Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan penelusuran menyeluruh terhadap insiden terbaliknya dan tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Ia juga menekankan pentingnya upaya maksimal dalam pencarian korban.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam atas tragedi KM Virgo Transport 8 ini. Selanjutnya, Komisi III mendukung penuh Polri untuk mengerahkan upaya maksimal dalam pencarian dan identifikasi korban, termasuk memastikan keluarga korban mendapat pendampingan yang diperlukan,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Sahroni juga meminta agar perhatian khusus diberikan kepada para korban yang berhasil selamat. Ia menekankan bahwa proses pemulihan kesehatan dan pendampingan bagi mereka harus menjadi prioritas utama.
“Bagi korban yang selamat, proses pemulihan kesehatan dan pendampingannya juga harus menjadi perhatian prioritas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bendahara Umum DPP Partai NasDem ini meminta Polri dan KNKT untuk mengusut penyebab kecelakaan secara objektif dan transparan. Penyelidikan harus mendalami kemungkinan faktor cuaca maupun kelalaian teknis kapal.
“Polisi dan KNKT harus telusuri secara menyeluruh, apakah ini murni karena faktor cuaca atau ada persoalan teknis maupun kelalaian yang ikut menyebabkan tragedi ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, jika ditemukan indikasi kelalaian, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum yang berlaku. “Kalau nantinya ditemukan indikasi kelalaian, tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Yang paling penting, hasil investigasinya harus menjadi evaluasi agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami hilang kontak, terbalik, dan tenggelam saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9) dini hari. Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Data sementara menyebutkan, sebanyak 114 korban telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 108 orang korban selamat dan enam korban tewas. Masih ada 129 orang lainnya yang belum ditemukan. Kapal tersebut diketahui mengangkut total 243 orang dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.