Sepekan Hilang di Selat Sunda, Jurnalis dan Kru Kapal Belum Ditemukan

Selama sepekan terakhir, upaya pencarian intensif dilakukan untuk menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Kelompok ini dikabarkan hilang kontak pada Senin, 7 September, saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hingga kini, belum ada kabar pasti mengenai keberadaan mereka.

Tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menyisir area yang luas. Pencarian yang telah memasuki hari ketujuh ini melibatkan 18 kapal laut dan satu helikopter milik Basarnas. Luas area pencarian mencapai 6.649 mil laut persegi, dibagi ke dalam beberapa sektor untuk memaksimalkan jangkauan.

Fokus Pencarian dan Perluasan Area

Sektor X menjadi area yang paling difokuskan dalam pencarian, dengan pengerahan 11 kapal. Fokus ini diambil karena beberapa temuan dilaporkan terjadi di wilayah tersebut sejak hari ketiga pencarian. Selain penyisiran laut, Tim SAR gabungan juga melakukan penelusuran darat di tiga pulau terdekat, yaitu Pulau Sertung, Rakata Besar, dan Pulau Panjang, yang lokasinya berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau.

Temuan Barang dan Koordinat Terakhir

Pada hari keenam pencarian, tim SAR gabungan sempat menemukan sejumlah barang, termasuk dua terpal, tiga jaket berwarna oranye, dan satu galon. Namun, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa barang-barang tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan delapan orang yang hilang dan belum ada titik terang mengenai keberadaan korban.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat menginformasikan bahwa titik koordinat terakhir kedelapan orang tersebut terdeteksi berada di sekitar Pulau Sebesi. Informasi ini didapat setelah Komdigi berkoordinasi dengan operator seluler untuk memantau sinyal dari perangkat telepon genggam di area yang diduga menjadi lokasi hilangnya kontak.

Perpanjangan Waktu Pencarian dan Kendala

Meskipun belum membuahkan hasil, Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang waktu pencarian selama tiga hari ke depan. Keputusan ini diambil setelah evaluasi hasil operasi SAR hari ketujuh yang masih nihil. Seluruh upaya pencarian dilakukan berdasarkan perhitungan data dari BMKG dan PVMBG.

Proses pencarian ini tidak lepas dari berbagai kendala. Kabut tebal dan asap vulkanik dari Gunung Anak Krakatau menjadi hambatan utama yang membatasi jarak pandang, baik melalui udara maupun laut. Kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syafii, melaporkan bahwa asap vulkanik sempat mengganggu visibilitas hingga ketinggian 1.500 meter. Pada hari pencarian Senin (14/9), tim juga menghadapi kendala kabut yang mengurangi jarak pandang hingga sekitar satu mil laut.

Tinggalkan komentar