BNPP Perkuat Dialog Pengelolaan Perbatasan dengan Negara Tetangga

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) menginisiasi forum dialog guna memperkuat komunikasi dan kerja sama pengelolaan wilayah perbatasan dengan negara-negara tetangga. Forum yang bertajuk Indonesia Border Partnership Coffee Morning ini diselenggarakan di Kantor Sekretariat Tetap BNPP RI, Jakarta.

Dipimpin langsung oleh Kepala BNPP RI yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, pertemuan ini menjadi wadah diskusi mendalam mengenai peran BNPP RI, program-program pembangunan di kawasan perbatasan, serta berbagai isu krusial terkait pengelolaan perbatasan dan harmonisasi hubungan antarnegara.

Forum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan secara lebih komprehensif fungsi dan peran BNPP RI kepada para mitra dari negara tetangga. Selain itu, dibahas pula mengenai rencana pengembangan program pembangunan kawasan perbatasan di masa mendatang.

“Pada dasarnya, kami mengulas mengenai fungsi dan peran BNPP. Saya memperkenalkan secara mendalam apa sebenarnya BNPP itu, mengingat badan ini kemungkinan belum begitu dikenal luas oleh para mitra kita. Saya memaparkan fungsi, peran agensi ini, serta program-program pembangunan ke depan,” ujar Tito Karnavian dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Lebih lanjut, pertemuan tersebut juga mengeksplorasi upaya-upaya strategis untuk menjaga dan mengembangkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara-negara tetangga, khususnya yang berada di wilayah perbatasan.

Tito Karnavian menekankan pentingnya kerja sama antarpihak yang diarahkan pada penyelesaian persoalan secara damai, sekaligus memastikan adanya manfaat timbal balik bagi masyarakat di kedua negara.

“Kita juga membahas bagaimana mengupayakan agar hubungan antara Indonesia dengan negara tetangga, terutama di wilayah perbatasan, dapat terus dikembangkan bersama-sama demi kemaslahatan masyarakat di kedua negara,” paparnya.

Para perwakilan negara sahabat menyambut baik penguatan kemitraan yang diusulkan, mencakup berbagai bidang strategis seperti perdagangan dan kebudayaan. Menurut Tito Karnavian, kolaborasi semacam ini merupakan bagian integral dari upaya membangun hubungan yang saling menguntungkan bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

“Saya sangat berbahagia karena seluruh perwakilan negara sahabat menyambut baik serta bersedia mempererat hubungan kemitraan, baik di bidang perdagangan, kebudayaan, maupun bidang lainnya demi kesejahteraan masyarakat bersama dan kemajuan negara-negara di wilayah perbatasan,” tutur Tito.

Indonesia diketahui memiliki garis perbatasan dengan 10 negara tetangga. Tiga di antaranya berbatasan darat, yaitu Malaysia, Papua Nugini, dan Timor-Leste. Sementara itu, tujuh negara lainnya berbatasan laut, meliputi Singapura, Australia, Filipina, Vietnam, Thailand, India, dan Palau.

Duta Besar Timor-Leste, Roberto Sarmento de Oliveira Soares, mengapresiasi forum tersebut sebagai platform dialog yang efektif untuk memperkuat hubungan bertetangga antara kedua negara. Ia menegaskan komitmen Timor-Leste untuk melanjutkan kerja sama dengan Indonesia, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa bahwa Bapak Menteri Tito Karnavian telah memfasilitasi dialog yang hangat, terbuka, dan sangat mendalam di antara negara-negara bertetangga,” ucap Roberto.

Di sisi lain, Penasihat Australian Border Force untuk Indonesia, Ian Kelly, menilai forum ini sebagai momentum penting untuk memperkokoh kerja sama Indonesia dan Australia. Ia berpendapat bahwa kemitraan kedua negara memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, terutama dalam menjaga stabilitas kawasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Forum tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan negara, termasuk Duta Besar Malaysia Dato’ Muzaffar Shah Mustafa, Duta Besar Papua Nugini Simon Namiss, Duta Besar Timor-Leste Roberto Sarmento de Oliveira Soares, Duta Besar Vietnam Ta Van Thong, Duta Besar Singapura Kwok Fook Seng, dan Duta Besar Filipina Christopher B. Montero. Turut hadir pula Penasihat Australian Border Force untuk Indonesia Ian Kelly serta Konselor Politik Kedutaan Besar India Vikram Vardhan.

Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BNPP RI dalam membangun komunikasi lintas negara untuk pengelolaan perbatasan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada aspek batas wilayah, tetapi juga mempererat hubungan antarmasyarakat dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan oleh seluruh warga di kawasan perbatasan.

Tinggalkan komentar