BNPB: Riau Terluas Terkena Karhutla, Upaya Pemadaman Terus Berlanjut

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di enam provinsi prioritas. Hingga pertengahan September 2026, Provinsi Riau mencatat luas lahan terbakar terluas dibandingkan provinsi lainnya.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa berbagai upaya pengendalian karhutla terus digalakkan. “Untuk penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, upaya pengendalian terus dilakukan melalui pemadaman darat, patroli, pemantauan titik panas, serta operasi udara,” ujar Berton dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026).

Di Riau, data per 16 September 2026 menunjukkan luas lahan yang terbakar mencapai 20.015,35 hektare. Terdapat penambahan luas lahan sekitar 19,3 hektare dalam periode pemantauan terakhir.

Sementara itu, Provinsi Jambi melaporkan karhutla telah melanda sembilan kabupaten dan dua kota, dengan total luas lahan terbakar sekitar 3.048,68 hektare.

Berton juga memaparkan kondisi di Kalimantan Tengah, di mana terdeteksi 6.435 titik panas. Dari jumlah tersebut, 182 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 6.217 titik kepercayaan sedang, dan 36 titik kepercayaan rendah. Luas indikatif lahan yang terbakar di provinsi ini diperkirakan mencapai 16.010,1 hektare.

Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan turut dilaporkan, melibatkan dukungan patroli udara dan operasi water bombing. Hingga 15 September 2026, tercatat 43 kali operasi water bombing telah dilaksanakan dengan total 172.000 liter air dijatuhkan.

Terakhir, Kalimantan Barat melaporkan luas lahan terbakar mencapai 122,9 hektare. Dari jumlah tersebut, 65,6 hektare berhasil dipadamkan, menyisakan 57,3 hektare yang masih dalam penanganan. Pemantauan kualitas udara di sejumlah wilayah juga terus dilakukan seiring menurunnya jarak pandang dan meningkatnya konsentrasi partikulat udara.

Tinggalkan komentar