Presiden Prabowo Fokus Penanganan Karhutla Lahan Gambut, Kalteng-Kalsel Jadi Prioritas

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (24/9/2026) untuk membahas mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan fokus utama pada penanganan lahan gambut. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan bahwa Presiden Prabowo memiliki perhatian khusus terhadap persoalan karhutla yang terjadi di lahan gambut.

Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa enam provinsi prioritas penanggulangan karhutla memang berbasis gambut, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Ia mengapresiasi perhatian Presiden terhadap isu gambut dan berjanji akan menyampaikan hasil rapat terbatas tersebut.

Menurut Menhut, titik panas (hotspot) karhutla di beberapa daerah telah menunjukkan penurunan signifikan. Di Jambi, jumlah hotspot berkurang dari 6 menjadi 1, di Sumatera Selatan dari 17 menjadi 11, dan di Kalimantan Selatan dari 68 menjadi 23.

Namun, Raja Juli Antoni menyoroti bahwa titik panas di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masih menjadi konsentrasi utama penanganan. Ia mengungkapkan bahwa jumlah hotspot di Kalimantan Tengah justru mengalami kenaikan dari 643 menjadi 673, sementara di Kalimantan Barat naik dari 50 menjadi 167.

“Jadi hampir tiap hari saya bersama Bapak Kepala BNPB turun ke lapangan. Ini saya baru pulang dengan Bapak Kepala BNPB juga dari Kalteng dan Kalsel, ya. Tapi saya kira konsentrasi utama kita memang masih di Kalteng dan Kalsel,” ujar Raja Juli Antoni.

Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Prabowo juga mengundang sejumlah pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta akademisi. Kepala BRIN, Arif Satria, yang turut hadir, menyatakan bahwa pertemuan tersebut membahas dua aspek utama terkait gambut. Pertama, penanganan karhutla yang mendesak. Kedua, bagaimana pemanfaatan lahan gambut secara berkelanjutan.

Tinggalkan komentar