Banjir Pasaman: 55 KK Terdampak, Satu Warga Masih Hilang

PASAMAN – Banjir dahsyat melanda Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, pada Jumat (18/8/2026). Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sepanjang siang hingga sore hari. Akibatnya, Sungai Aek Koronok dan Sungai Batang Jember Tonang Raya meluap, menggenangi permukiman warga sekitar pukul 16.00 WIB.

Data sementara menunjukkan, banjir tersebut berdampak pada sekitar 55 kepala keluarga (KK) dan 55 unit rumah. Dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sekitar lima hektare lahan pertanian juga terendam. Tiga kepala keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat.

“Seorang warga masih dalam pencarian,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya pada Sabtu (19/9/2026). Ia menambahkan bahwa pada Sabtu, kondisi banjir di lokasi kejadian dilaporkan telah surut.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, bersama unsur pemerintah kecamatan, nagari, TNI, Polri, dan masyarakat, telah bergerak cepat melakukan asesmen di lapangan. Koordinasi penanganan bencana, termasuk upaya pencarian warga yang hilang, terus dilakukan secara intensif.

Menyikapi kejadian ini, BNPB mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di daerah rawan banjir dan dekat aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini khususnya berlaku saat terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi lama. Warga disarankan untuk menghindari aktivitas di dekat sungai ketika debit air meningkat dan segera mencari tempat aman jika ada tanda-tanda kenaikan muka air.

Selain itu, BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan, termasuk mengetahui jalur dan lokasi evakuasi, menyiapkan kebutuhan dasar dan obat-obatan, serta menyimpan dokumen penting di tempat yang aman dan mudah dibawa. Pemantauan informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait juga sangat krusial untuk mengikuti perkembangan cuaca dan potensi bencana.

“BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan mendorong penanganan secara cepat dan terkoordinasi, terutama dalam pencarian warga yang masih belum ditemukan serta penanganan masyarakat yang terdampak banjir,” pungkas Berton.

Tinggalkan komentar