Jakarta – Ketua Dewan Pembina Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma), Agus Andrianto, mengajak seluruh anggota paguyuban untuk bergandengan tangan demi kepentingan bangsa. Ajakan ini disampaikan dalam Musyawarah Besar (Mubes) VI DPP Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (18/9/2026).
Agus Andrianto menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk Agrinas, Perhutani, Squad Nusantara, Jagatara, dan MPI (Matahari Pagi Indonesia). “Kita punya Agrinas, kita punya Perhutani, ada Squad Nusantara, ada Jagatara, ada MPI (Matahari Pagi Indonesia), yuk gandengan tangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengutip empat filosofi kehidupan dari budaya Jawa, yaitu rukun, raket, reget, dan rumekso. Rukun diartikan sebagai hidup damai, bersatu, dan tidak bertengkar. Raket bermakna keakraban, kedekatan, atau keeratan antaranggota. Reget diartikan sebagai semangat, keseriusan, atau kesungguhan dalam menjalani sesuatu. Sementara itu, rumekso berarti menjaga, merawat, atau melindungi dengan sungguh-sungguh.
“Jadi filosofi Jawa: rukun, raket, reget, rumekso ini nanti bisa kita kembangkan dengan keluarga-keluarga organisasi-organisasi yang ada, yang lain,” tutur Agus. Ia berharap filosofi ini dapat mendorong kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang turut hadir, menyatakan bahwa Pujakesuma merupakan wujud persatuan Indonesia. Kehadiran organisasi ini, menurutnya, mengingatkan kembali akan keberagaman suku dan budaya yang membentuk Indonesia.
“Bagi saya ini penting bagi eksistensi, dan mengingatkan kita semuanya. Bahwasanya Indonesia itu, itu memang terdiri dari orang-orang yang beragam,” pungkas Dahnil Anzar.