12 Kampus Dunia Ini Jadi Contoh Pendidikan Perubahan Iklim

Kajian Net Zero Campus merangkum 12 universitas luar negeri yang sukses menerapkan pendidikan perubahan iklim melalui riset, mata kuliah, hingga konferensi.

12 Kampus Dunia Ini Jadi Contoh Pendidikan Perubahan Iklim
Peluncuran Laporan dan Panduan Net Zero Campus di Gedung D Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026). Foto: Cicin Yulianti/detikcom

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Climateworks Centre dan The Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) telah merilis buku laporan dan panduan bertajuk Net Zero Campus. Buku ini menyajikan contoh-contoh nyata dari universitas di berbagai belahan dunia yang telah mengimplementasikan praktik-praktik untuk mencapai konsep Net Zero Campus.

Berbagai universitas di luar negeri telah mengembangkan pendekatan inovatif guna meningkatkan pemahaman mengenai perubahan iklim. Upaya ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari penelitian mendalam, penyelenggaraan mata kuliah yang relevan, program pelatihan, hingga konferensi internasional.

Senior Analyst Climateworks Centre Monash Sustainable Development Institute, Fikri Muhammad, menekankan pentingnya penggalakan upaya net zero atau emisi nol bersih di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi sendiri merupakan salah satu sumber emisi yang signifikan. “Penurunan emisi dan pencapaian emisi nol bersih, perguruan tinggi sebenarnya memiliki tanggung jawab tambahan, karena sebenarnya perguruan tinggi bisa kita katakan sebagai replika kota dalam skala kecil, di mana sebenarnya sebagai agen ekonomi, perguruan tinggi juga menghasilkan emisi,” jelasnya dalam acara peluncuran Laporan dan Panduan Net Zero Campus di Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Fikri menambahkan bahwa perguruan tinggi, layaknya kota kecil, berperan sebagai agen ekonomi yang turut menghasilkan emisi dari berbagai aktivitasnya. Ia merujuk pada sebuah studi dari Helmers dkk (2021) yang melaporkan bahwa emisi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi berkisar antara 2.000 hingga 230.000 ton per tahun. “Jadi, dalam konteks program ini ya dan kajian ini memang kita melihatnya itu adalah peran perguruan tinggi sebagai penghasil emisi yang perlu didekarbonisasi. Jadi, beyond dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tuturnya.

Contoh Penerapan Pendidikan Perubahan Iklim di Kampus Luar Negeri

Indonesia dapat mengambil inspirasi dari berbagai kampus di luar negeri yang telah lebih dulu menerapkan pendidikan terkait perubahan iklim. Berikut adalah beberapa contoh penerapannya:

1. Hamburg University of Applied Sciences (Jerman)

Kampus ini mengembangkan riset, alih teknologi, keberlanjutan, dan pengelolaan perubahan iklim. Programnya melibatkan lebih dari 3.000 staf akademik dan telah menghasilkan lebih dari 15 buku.

2. University of British Columbia (Kanada)

Menerapkan Climate Action Plan 2030 (CAP 2030) dan mengembangkan penelitian perubahan iklim. Kampus ini melibatkan staf dan mahasiswa dalam kegiatan CAP 2030, serta memanfaatkan tesis pascasarjana untuk pengembangan pengetahuan.

3. University of Toronto (Kanada)

Mengembangkan kebijakan dan praktik perubahan iklim melalui program life-learning yang ditujukan bagi mahasiswa dan peserta umum yang berinisiatif.

4. University of Campinas (Brasil)

Melakukan berbagai kegiatan terkait perubahan iklim melalui pendidikan dan penelitian, termasuk penyelenggaraan mata kuliah sarjana dan pascasarjana, serta pengembangan pusat penelitian.

5. University of Colombo (Sri Lanka)

Mengembangkan pendidikan perubahan iklim melalui mata kuliah dan program pascasarjana bertajuk Perubahan Iklim dan Pengelolaan Lingkungan. Kampus ini juga menerapkan pengelolaan lingkungan di area universitas, seperti pengelolaan limbah dan pengurangan jejak karbon.

6. Nottingham Trent University (Inggris)

Menjalankan program Pelatihan Literasi Karbon dan kursus daring Sustainability in Practice (SiP) Certificate. Program ini menggabungkan pelatihan tatap muka dan modul daring kokurikuler.

7. KTH Royal Institute of Technology (Swedia)

Melibatkan staf dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan, termasuk pelatihan staf akademik untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pendidikan, serta divestasi dari pihak yang bertentangan dengan upaya penanganan perubahan iklim.

8. Massachusetts Institute of Technology (MIT) (Amerika Serikat)

Menjalankan kegiatan terkait divestasi bahan bakar fosil yang difokuskan pada kelompok mahasiswa.

9. University of Latvia (Latvia)

Menyelenggarakan berbagai kegiatan pendidikan perubahan iklim melalui mata kuliah, tesis pascasarjana, dan konferensi. Salah satu mata kuliahnya diikuti oleh lebih dari 500 mahasiswa.

10. University Fernando Pessoa (Portugal)

Mengembangkan pendidikan dan penelitian melalui program doktoral dalam ilmu kebumian, penelitian, penyusunan tesis pascasarjana, dan konferensi.

11. University of Fort Hare (Afrika Selatan)

Memiliki pusat penelitian bernama Risk and Vulnerability Science Centre yang menjadi bagian dari pendekatan kampus dalam menangani isu perubahan iklim melalui penelitian, lokakarya, dan berbagai tesis pascasarjana.

12. Indian Institute of Technology Roorkee (India)

Mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dengan 20 tesis yang berfokus pada perubahan iklim.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *