TANGERANG – Warga RT06/07 Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, kembali mendatangi rumah pasangan suami istri yang sempat viral karena menyiramkan air ke warga yang hendak salat. Akibat kejadian tersebut, pasangan ini disebut akan segera meninggalkan lingkungan tempat tinggal mereka.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat kerumunan warga mengepung rumah pasangan tersebut. Peristiwa ini diduga terjadi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Warga geram karena pasangan suami istri itu kembali menyiramkan air ke orang yang melintas di depan rumah mereka saat akan menuju masjid.
Tampak petugas kepolisian serta aparat tingkat RT dan RW berada di lokasi untuk meredakan situasi. Di tengah kerumunan, perwakilan RW membacakan surat pernyataan yang menegaskan bahwa pasangan tersebut tidak akan lagi tinggal di lingkungan itu. Proses kepindahan mereka dijadwalkan selesai pada Kamis (17/9).
“Menyatakan, bahwa mulai malam ini, tidak tinggal di lingkungan ini… Hari kamis sudah selesai pindahan,” ujar perwakilan RW dalam video tersebut, yang disambut sorak riuh warga. Polisi kemudian mengawal pasangan tersebut untuk masuk ke rumah mereka guna mencegah terjadinya amuk massa.
Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Tri Laksono Febrianto, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan mengkonfirmasi bahwa keluarga itu akan pindah dari lingkungan tersebut. “Benar, sesuai surat pernyataan yang dibuat,” kata Tri.
Kasus ini sebelumnya telah menarik perhatian publik pada bulan Juni 2026. Akun TikTok anakpakrtsebelah melaporkan keresahan warga Kutabaru atas tindakan tetangga yang kerap menyiramkan air kepada orang yang berjalan menuju masjid untuk salat.
Beberapa rekaman CCTV yang dibagikan menunjukkan pemilik rumah, baik pria maupun wanita, melakukan aksi menyiramkan air ke jalan pada jam-jam salat Magrib. Terdapat rekaman yang memperlihatkan beberapa orang terkena siraman air tersebut. Dalam salah satu video, seorang pria yang baru pulang salat menegur aksi tersebut namun malah dimaki oleh tetangganya.
Disebutkan pula dalam unggahan lain bahwa air yang disiramkan diduga berasal dari air bekas mandi anjing dan air bekas lap kotoran hewan tersebut. Kejadian serupa dilaporkan telah berlangsung selama tiga tahun, sejak 2023. Sebuah video dari November 2023 juga menunjukkan seorang wanita menyiramkan air ke jalan.
Ketua RW 07, Sumardi, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan mediasi sejak tahun 2024. “Kalau kita dari 2024 itu, polanya kita sudah sudah kita lakukan 3 kali. Tiga kali dengan melibatkan Binmas, Babinsa dengan aparatur negara yaitu Bapak Lurah Kuta Baru pada saat itu masih di lurah pejabat Kuta Baru,” ungkap Sumardi di sekitar lokasi kejadian pada Selasa (2/6).
Sumardi menambahkan, masalah ini berawal dari perselisihan antarwarga yang kemudian berujung pada upaya mediasi yang melibatkan pihak kepolisian. “Karena waktu itu ada suatu incident bahwasanya ya perselisihan paham lagi. Mereka tetap menyiram air karena ada selisih paham. Kita damaikan di wilayah tidak bisa, akhirnya kita fasilitasi dengan jajaran, baik itu RT, warga, kita bawa ke Polsek Pasar Kemis untuk mediasi,” jelasnya.