Sumur Bor 124 Meter Atasi Krisis Air Bersih RSUP M. Djamil Padang

PADANG – Kebutuhan air bersih di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang kini teratasi dengan rampungnya pembangunan sumur bor sedalam 124 meter. Inisiatif ini merupakan buah kerja keras Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, yang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan solusi permanen bagi rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat tersebut.

Sebelumnya, RSUP M. Djamil menghadapi persoalan pasokan air yang serius, bahkan harus mendatangkan hingga 24 tangki air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan operasional. Kondisi ini menarik perhatian Andre Rosiade yang segera berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang.

Andre Rosiade menekankan urgensi penyediaan sumber air permanen bagi RSUP M. Djamil. Ia menyatakan, “Kebutuhan sumber air permanen bagi RSUP M. Djamil harus segera dicarikan solusi karena air bersih merupakan kebutuhan mendasar dalam operasional rumah sakit.” Ia menambahkan bahwa Padang sebelumnya telah menyediakan 24 mobil tangki air per hari atas inisiatif Wali Kota setempat.

Setelah mengetahui kondisi tersebut, Andre mengaku langsung berkomunikasi dengan jajaran terkait, termasuk meminta dukungan anggaran kepada Kementerian Pekerjaan Umum. “Saya telepon waktu itu Dirjen SDA dan juga Pak Menteri PU untuk diskresi agar diberikan anggaran. Alhamdulillah Pak Wali setuju, Dirjen SDA setuju dan memberikan langsung ke balai untuk mengeksekusi. Alhamdulillah sekarang sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan RSUP M. Djamil terhadap pasokan air mobil tangki, sehingga kebutuhan air untuk menunjang kegiatan rumah sakit dapat dipenuhi secara lebih berkelanjutan. Plt Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, menjelaskan bahwa kedalaman 124 meter diperlukan karena kondisi tanah yang menantang.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dovy Djanas, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah terwujud. Menurutnya, ketersediaan sarana pendukung seperti air bersih sangat penting untuk menunjang pelayanan kesehatan dan pengembangan rumah sakit. Ia berharap kehadiran acara ini dapat memacu semangat untuk memajukan daya riset dan pelayanan kesehatan.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi penguatan fasilitas RSUP M. Djamil sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak. Ia berharap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ini akan menjadikan Sumatera Barat sebagai tujuan pelayanan kesehatan yang tidak perlu lagi mencari layanan ke luar daerah maupun luar negeri. Mahyeldi juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan, BWS Sumatera V, dan Andre Rosiade atas kontribusinya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah pusat terus menjalankan berbagai program pembangunan dan revitalisasi fasilitas kesehatan untuk memperkuat pelayanan prioritas seperti kanker, jantung, stroke, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak.

RSUP M. Djamil juga diarahkan menjadi pusat pelayanan, pendidikan, dan riset kesehatan. Kerja sama dengan berbagai pihak membuka peluang pengembangan riset dan inovasi di bidang medis, biopharma, biokimia farmasi, serta bidang kesehatan lainnya. Rampungnya sumur bor ini sekaligus menandai hadirnya solusi atas persoalan air bersih yang sebelumnya membuat rumah sakit harus mengandalkan puluhan mobil tangki setiap hari.

Tinggalkan komentar