JAKARTA – Suahasil Nazara resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9) sore. Pelantikan ini dilakukan oleh Presiden Prabowo di Istana Negara. Momen pergantian tampuk kekuasaan di Kementerian Keuangan ini terjadi belum lama setelah Purbaya merayakan satu tahun masa jabatannya.
Purbaya, yang sempat dijuluki ‘menteri koboi’, sebelumnya telah menjalani wawancara eksklusif pada Kamis, 10 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas berbagai hal, termasuk gaya komunikasinya yang ia sebut sebagai ‘by designed’, serta beban utang kereta cepat yang akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya juga menekankan bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan masih sesuai jalur dan menunjukkan pertumbuhan positif di atas 5 persen pada triwulan pertama, bahkan di tengah gejolak harga minyak global akibat perang Iran.
Pergantian Menteri Keuangan ini menandai ketiga kalinya posisi bendahara negara berganti dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo. Setelah Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa, kini Suahasil Nazara yang akan memegang kendali.
Suahasil Nazara bukanlah sosok asing di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia pernah menjabat sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011, Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, dan Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah hingga 2015. Pengalamannya berlanjut sebagai anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013-2014, sebelum akhirnya menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 31 Oktober 2016, dan kemudian Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019.
Setelah dilantik, Suahasil Nazara menyatakan komitmennya untuk menjaga kesehatan APBN dan memastikan defisit tetap berada di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegasnya pada Senin (14/9/2026).
Sementara itu, di daerah lain, perhelatan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan mendadak menjadi sorotan publik di media sosial. Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi ini diduga menampilkan aksi teatrikal bernuansa satanik. Video yang beredar menunjukkan sejumlah orang berkostum tengkorak dan hitam melakukan pertunjukan dengan membawa peti mati, diikuti adegan penyembelihan kambing.
Kejadian ini menuai reaksi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penjelasan mengenai kronologi dan latar belakang pertunjukan tersebut masih ditunggu dari pihak penyelenggara.
Selain itu, isu aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang sempat menjadi perhatian publik juga akan dibahas. Di tengah situasi bencana, aksi nyata dari individu untuk membantu sesama selalu muncul. Seorang web developer bernama Tri Purnomo Aji dari Tangerang menggunakan keahliannya untuk membuat sebuah website gratis yang memungkinkan masyarakat memantau status gunung api dan potensi sebaran abu vulkanik secara real time. Aksi ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan gotong royong di tengah situasi bencana.