Kemensos Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Bandang Solok

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan kedaruratan berupa logistik untuk para korban banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penyaluran dilakukan melalui Gudang Kemensos di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan bahwa Kemensos menjalankan tugas penanganan kedaruratan sesuai arahan Presiden Prabowo. Dukungan logistik dan layanan yang diperlukan bagi warga terdampak bencana telah dikerahkan.

“Ya, kita semua bantu sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Kementerian Sosial ditugaskan untuk membantu pada saat kedaruratan dengan dapur umum, dengan logistik yang ada di Kementerian Sosial, tentu bersama dengan lembaga yang lain,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2026).

Gus Ipul menambahkan bahwa penanganan bencana banjir bandang di Solok dilakukan secara terpadu dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta lembaga terkait lainnya. “Kita berada di belakang atau makmum dengan BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Nah, setelah kedaruratan selesai nanti kita membantu pemulihan sosial ekonominya,” jelasnya.

Sebagai respons awal, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik senilai total Rp253.862.860 untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa kedaruratan.

Dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, bantuan yang disalurkan meliputi 70 lembar selimut, 180 paket makanan siap saji, 30 paket tenda gulung, 80 paket makanan anak, dan 50 paket kasur, dengan total nilai Rp75.509.310.

Sementara itu, BBPPKS Padang menyalurkan bantuan berupa 900 paket lauk pauk siap saji, 100 lembar kasur, 100 lembar selimut, 50 paket family kit, 50 paket kids ware, 100 paket sandang anak, serta satu unit tenda serbaguna, dengan total nilai Rp178.353.550.

Gus Ipul menegaskan bahwa dukungan Kemensos tidak berhenti pada masa kedaruratan. Setelah kondisi memasuki tahap pemulihan, Kemensos akan memberikan dukungan sesuai hasil asesmen dan kebutuhan korban terdampak.

“Kalau misalnya ada rumahnya rusak, itu kita bantu untuk membeli isi hunian rumah,” ungkap Gus Ipul.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah dihimpun, dengan standar penanganan yang seragam di berbagai daerah terdampak bencana. “Jadi Kementerian Sosial terus menyalurkan berdasarkan data-data yang ada, di Sumatera, di NTT, dan juga di berbagai daerah lain, semuanya sama standarnya,” pungkasnya.

Kronologi dan Dampak Banjir Bandang

Banjir bandang terjadi pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.45 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok. Longsor dari bukit di sekitar aliran Sungai Batang Laso membawa material pasir, batu, lumpur, dan air hingga menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta wilayah sekitarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, empat warga mengalami luka akibat bencana tersebut. Tiga orang mengalami luka ringan, sementara satu korban mengalami luka berat dan telah dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sekitar 50 warga dilaporkan mengungsi sementara di tiga lokasi, yaitu Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Selain berdampak pada permukiman warga, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pemerintahan. Dua kantor, yakni Kantor Dinas PUPR dan Kantor DPMN Kabupaten Solok, dilaporkan tertimbun material dengan tingkat kerusakan berat. Sejumlah kantor pemerintahan lainnya juga turut terdampak.

Data sementara mencatat sekitar 100 rumah warga terdampak material banjir bandang. Pendataan dan verifikasi lebih lanjut masih dilakukan oleh BPBD Kabupaten Solok.

Bencana ini juga menyebabkan satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material dan belum dapat dilalui. Masjid Kayu Aro turut terdampak material longsor.

Tinggalkan komentar