Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa Sebagai Menteri Keuangan

JAKARTA – Presiden Prabowo secara resmi melantik Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan berlangsung pada Senin (14/9) sore di Istana Negara. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Purbaya baru saja merayakan satu tahun masa jabatannya.

Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dijuluki ‘menteri koboi’, sempat menjalani wawancara eksklusif yang menyoroti gaya komunikasinya yang dianggap ‘by designed’. Ia juga membahas mengenai beban utang kereta cepat yang akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya mengklaim bahwa kebijakan yang diterapkan sudah tepat dan ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif, tumbuh di atas 5 persen pada triwulan pertama, sebuah pencapaian signifikan di tengah gejolak harga minyak global akibat perang Iran.

Pergantian ini menandai ketiga kalinya posisi bendahara negara berganti dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo. Sebelumnya, posisi ini diisi oleh Sri Mulyani Indrawati, kemudian Purbaya Yudhi Sadewa, dan kini Suahasil Nazara.

Suahasil Nazara bukanlah sosok asing di Kementerian Keuangan. Ia memiliki rekam jejak panjang di institusi tersebut, termasuk perannya sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009-2011), Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, dan Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah hingga 2015. Setelah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil kemudian dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019.

Setelah dilantik, Suahasil Nazara menyatakan komitmennya untuk menjaga kesehatan APBN dan memastikan defisit anggaran tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegasnya pada Senin (14/9/2026).

Peristiwa reshuffle kabinet ini menjadi sorotan, terutama mengenai tantangan ke depan yang mungkin dinilai tidak dapat dipenuhi oleh Purbaya.

Sementara itu, di daerah lain, sebuah acara karnaval di Pekalongan, Jawa Tengah, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026, yang diselenggarakan untuk memperingati Maulid Nabi, diduga menampilkan aksi teatrikal bernuansa satanik. Video yang beredar menunjukkan sejumlah orang berkostum tengkorak dan hitam melakukan pertunjukan yang diakhiri dengan adegan penyembelihan kambing, yang disaksikan oleh kerumunan penonton.

Insiden ini menimbulkan reaksi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penjelasan mengenai kejadian sebenarnya dari pihak penyelenggara masih ditunggu.

Di sisi lain, di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Api Anak Krakatau, sebuah inisiatif unik muncul dari seorang web developer. Tri Purnomo Aji, seorang developer asal Tangerang, menciptakan sebuah website gratis untuk membantu masyarakat memantau status gunung api dan potensi sebaran abu vulkanik secara real-time. Aksi kemanusiaan melalui keahlian teknologi ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan untuk saling membantu di tengah situasi bencana.

Tinggalkan komentar