Remaja 19 Tahun di Bogor Diduga Bunuh Ayah Kandung, Motif Dipicu Ketersinggungan

Kasus pembunuhan sadis terjadi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, di mana seorang remaja berusia 19 tahun diduga menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri. Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap berkat laporan dari kakek pelaku, yang merasa curiga melihat luka-luka tidak wajar pada jenazah korban.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo, pelaporan resmi dilakukan oleh pihak keluarga, termasuk kakek dari terduga pelaku, pada 29 Agustus. Laporan tersebut dibuat setelah korban dimakamkan pada 26 Agustus di pemakaman umum Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur.

Proses penyelidikan dimulai setelah pihak keluarga berdiskusi dan menemukan kejanggalan saat memandikan jenazah. “Setelah prosesi dikebumikannya jenazah ini, pihak keluarga kemudian berdiskusi, melihat daripada proses pemandian jenazah didapati perlukaan yang dianggap tidak wajar. Setelah diskusi-diskusi sampailah 3 hari kemudian di tanggal 29 Agustus, pihak keluarga memutuskan untuk melaporkan ke Unit Reskrim Polsek Gunung Sindur,” jelas Anggi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi segera membongkar makam korban untuk melakukan ekshumasi. Hasil autopsi mengindikasikan bahwa korban meninggal akibat kekerasan atau dugaan tindak pidana. “Dari hal tersebut terindikasikan bahwa korban adalah merupakan korban dari suatu dugaan tindak pidana. Tim langsung bergerak mencari keterangan saksi-saksi,” ujar Anggi.

Penyelidikan lebih lanjut mengarah pada anggota keluarga terdekat. “Diperoleh keterangan bahwa dugaan tindak pidana tersebut, itu dilakukan oleh pihak keluarga, dalam hal ini hubungannya adalah anak. Jadi korban adalah ayah dan yang diduga melakukan itu adalah si anak. Diduga pelaku berusia 19 tahun,” sambung Anggi.

Dihabisi di Kamar Mandi

Berdasarkan keterangan sementara dari terduga pelaku yang berhasil diamankan, peristiwa nahas itu terjadi di kamar mandi rumah mereka. Awalnya, ayah dan anak tersebut terlibat percekcokan yang berlanjut saling cekik. Pelaku kemudian melakukan kekerasan yang menyebabkan korban jatuh dan meninggal dunia.

Motif di balik tindakan nekat pelaku adalah rasa kesal. Pelaku mengaku kesal karena ditampar oleh ayahnya gara-gara pulang larut malam. “Nah, (motif) itu masih kita lakukan pendalaman. Namun sementara yang berhasil dihimpun oleh penyidik, itu terkait dengan motif kesal karena ditegur oleh korban, karena si pelaku ini dia pulang malam, kemudian ketika disuruh istirahat tidak mau,” ungkap Anggi.

Tinggalkan komentar