Polri dan BNN Sita 2,6 Ton Sabu Cair, Anggota DPR Minta Jaringan Narkoba Dikejar

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu cair sebanyak 2,6 ton. Kapal berbendera Tanzania yang diduga membawa barang haram tersebut diamankan di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mengapresiasi capaian tim gabungan tersebut. Ia menyatakan bahwa Komisi III mengapresiasi kinerja luar biasa dari BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepri yang berhasil menggagalkan masuknya sabu ke Indonesia.

Meskipun demikian, Sahroni menekankan agar operasi ini tidak berhenti pada penangkapan kapal dan para awaknya saja. Ia meminta agar jaringan narkoba di dalam negeri juga dikejar. “Namun walau temuannya sudah besar, operasi ini jangan berhenti di kapal dan para awaknya saja, itu tidak cukup. Harus dikejar siapa yang memesan, siapa yang menadah, dan siapa bandar besar di dalam negeri yang akan mendistribusikan jutaan ton barang haram ini. Aliran dananya juga harus ditelusuri, jerat dengan TPPU, agar pemberantasannya total,” ujar Sahroni.

Lebih lanjut, Sahroni turut meminta BNN dan Polri, melalui Polair, untuk memperketat pengawasan di wilayah perairan Indonesia. Hal ini penting mengingat maraknya barang ilegal yang masuk melalui jalur laut.

“Selain itu, pengawasan di jalur laut harus terus diperketat, terutama oleh Polair dan BNN. Jangan lengah sedikitpun. Karena kita tahu banyak narkoba dan barang ilegal lainnya masuk lewat jalur laut ilegal dari luar negeri. Laut kita harus terus di-sweeping dan diawasi secara intens, jangan sampai barang haram lolos masuk dan akhirnya merusak generasi muda kita,” tegasnya.

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, mengungkap fakta terkait penindakan 2,6 ton narkotika cair di perairan Kepulauan Riau. Ia menyatakan bahwa penindakan ini berkaitan dengan pengungkapan 1,3 juta ton ketamin yang sebelumnya telah dilakukan BNN.

“Terkait dengan jaringan yang kami ungkap kali ini, 2,6 ton methamphetamine cair, itu ada kaitan dengan jaringan sebelumnya yang membawa ketamin 1,3 ton,” kata Suyudi di Batam, Jumat (21/8). Ia menambahkan bahwa kaitan tersebut bukan hanya karena pelakunya berasal dari Myanmar, tetapi memang ada irisan dan hubungan di antara keduanya. Pengembangan kasus ini masih terus dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.

Tinggalkan komentar