JAKARTA – Polres Kepulauan Seribu menggelar program ‘Bapak Asuh’ yang menyambangi sejumlah sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan membentengi para pelajar dari ancaman berita bohong atau hoaks, serta mencegah aksi perundungan dan kenakalan remaja.
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan upaya nyata kehadiran Polri di lingkungan sekolah. Melalui program ‘Bapak Asuh’, personel kepolisian hadir untuk memberikan edukasi dan pesan-pesan kamtibmas kepada para pelajar.
Dalam kegiatan ini, para pelajar diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Mereka diingatkan agar tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Arga menyatakan bahwa program ‘Bapak Asuh Polri’ merupakan wujud kepedulian institusi terhadap perkembangan generasi muda. Ia menekankan pentingnya pendekatan langsung kepada pelajar agar pesan-pesan positif dapat tersampaikan dengan baik.
“Program Bapak Asuh Polri ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap anak-anak di Kepulauan Seribu. Kami ingin polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk memberikan edukasi, motivasi dan pendampingan kepada para pelajar,” ujar AKBP Argadija Putra, Kamis (17/9/2026).
Arga juga mengingatkan para pelajar untuk berhati-hati terhadap informasi di media sosial. Menurutnya, penyebaran hoaks dapat menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan jika informasi tersebut langsung dipercaya dan diteruskan.
“Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Saring sebelum sharing, cek terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” imbaunya.
Selain isu hoaks, perundungan atau bullying juga menjadi fokus perhatian dalam kegiatan tersebut. Para pelajar diimbau untuk tidak melakukan perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
“Jangan menjadikan perbedaan, kekurangan atau kondisi teman sebagai bahan ejekan. Bullying bisa berdampak kepada korban. Mari saling menghargai, saling menjaga dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman,” tutur Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres mengajak para pelajar yang mengalami atau mengetahui adanya tindakan perundungan untuk tidak ragu bercerita kepada guru, orang tua, maupun pihak kepolisian. Keberanian untuk melaporkan dianggap sebagai langkah penting dalam mencegah terjadinya bullying.
Dalam kesempatan yang sama, personel Polres Kepulauan Seribu juga memperkenalkan Layanan Polisi 110 kepada para pelajar. Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian.
“Kalau membutuhkan bantuan polisi atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, jangan ragu untuk menghubungi Layanan Polisi 110. Kami ingin anak-anak juga mengetahui bahwa polisi selalu hadir dan siap membantu,” pungkasnya.