SRAGEN – Sutiyem (90), seorang lansia warga Dukuh Dimoro, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen, meninggal dunia setelah tertimpa bangunan rumahnya sendiri yang roboh. Bangunan rumah Sutiyem diketahui sudah dalam kondisi lapuk.
Kapolsek Gondang, AKP Suparno, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumah Sutiyem terbuat dari bambu dan kondisinya sudah sangat reyot. Bangunan tersebut berdiri di atas tanah pinjaman.
“Iya, yang pemilik rumah itu, Mbah Sutiyem, sudah tua, lha omah reyot juga,” ujar AKP Suparno, Selasa (15/9/2026).
Peristiwa robohnya rumah berdinding bambu itu terjadi pada Senin (14/9) siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Suparno memastikan bahwa rumah tersebut tidak roboh akibat angin kencang, melainkan karena kondisi bangunan yang sudah tua.
Kepala Desa Kaliwedi, Daryono, mengungkapkan bahwa pihak desa, warga, dan keluarga korban telah berulang kali membujuk Sutiyem untuk pindah dan tinggal bersama anak atau cucunya. Namun, Sutiyem bersikeras menolak.
“Sebenarnya mau dievakuasi atau diajak tinggal di tempat anak maupun cucunya, beliau tidak mau. Maunya tetap tinggal di rumah itu. Padahal cucunya ada yang di Jepang, ada yang jadi pengusaha di Jakarta. Tapi beliaunya memang kekeh tidak mau dipindah,” terang Daryono.