Anggota DPR Fraksi Gerindra, Moreno Soeprapto, menyampaikan permohonan maaf terkait beredarnya video dirinya menerima panggilan video saat rapat dengar pendapat di Komisi XII. Moreno menjelaskan bahwa panggilan tersebut berasal dari istrinya yang ingin menghibur anak mereka yang sedang sakit dan baru saja keluar dari rumah sakit.
Dalam sebuah video klarifikasi yang diunggah di Instagram pribadinya, Moreno bersama istrinya, Nurani, memaparkan kronologi kejadian tersebut. Nurani mengungkapkan bahwa putra mereka dalam masa pemulihan pasca-sakit dan merasa rewel karena ayahnya tidak berada di rumah. Sang anak bersikeras untuk melakukan panggilan video demi melihat Moreno.
“Mohon maaf sebelumnya, pada saat itu anak saya baru keluar dari rumah sakit dan dalam masa pemulihan dan rewel karena bapaknya kerja terus dan tidak ada di rumah sehingga minta video call, hanya dalam beberapa detik untuk dikasih lihat bahwa bapaknya lagi kerja. Mungkin keputusan yang diambil pada saat itu bukan keputusan yang tepat,” ujar Nurani.
Nurani mengakui bahwa keputusannya menelepon Moreno saat sedang rapat bukanlah tindakan yang tepat. Ia memohon doa agar mereka bisa menjadi orang tua dan pekerja yang lebih baik lagi. Ia juga berharap sesama orang tua dapat memahami ketika kesibukan membuat keputusan yang kurang tepat di momen yang genting.
Moreno sendiri mengaku sempat menjulurkan lidah saat panggilan video tersebut sebagai upaya menghibur anaknya. Ia menegaskan bahwa tindakannya tidak bermaksud untuk melecehkan persidangan. “Pada saat itu saya selesai berbicara dan langsung mendapatkan telepon, saya ingin menjelaskan ke anak saya, Nuha, bahwa papi ini dalam pertengahan rapat nanti setelah selesai papi akan telepon. Jadi saya menghibur pada saat itu saya sempet bercanda, mungkin lidah saya mengeluarkan dari mulut saya itu sembari mengajak bercanda si Nuha,” jelasnya.
Moreno dan istrinya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut. Mereka menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk menyepelekan atau tidak menghormati rapat yang terhormat. “Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dirasa di situ memperlihatkan, menyepelekan ataupun memberikan rasa yang tidak hormat kepada rapat yang terselenggara pada 15 September 2026. Sekali lagi mohon maaf,” tutup Moreno.