Sebuah peristiwa tak terduga terjadi di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Rangkasbitung-Tanah Abang, yang dikenal sebagai Green Line. Seorang penumpang wanita mengalami proses persalinan di tengah perjalanan, menciptakan momen menegangkan namun penuh kepedulian.
Kereta yang ditumpangi penumpang tersebut terpaksa berhenti di Stasiun Rawabuntu, Tangerang Selatan, Banten. Pemberhentian mendadak ini dilakukan setelah petugas stasiun menerima informasi bahwa ada seorang penumpang yang akan melahirkan di dalam gerbong.
Imankaka, salah seorang penumpang yang berada di gerbong ketiga dari belakang, menceritakan kronologi kejadian yang berlangsung pada Kamis (24/9) sekitar pukul 10.55 WIB. Awalnya, ia mendengar adanya keributan dari gerbong lain dan mengira terjadi pertengkaran. Namun, ia segera menyadari bahwa suara tersebut berasal dari seorang wanita yang kesakitan.
“Gua kira tuh ribut-ribut berantem atau apa gitu ya. Ternyata dia tuh kayak lagi kesakitan gitu,” ujar Imankaka. Ia mengapresiasi kecepatan respons petugas KRL. “Nah, untungnya si petugas si Commuter Line itu gercep banget sih. Mereka langsung bawa kursi roda untuk membopong ibunya itu keluar dari gerbong,” tambahnya.
Awalnya, penumpang wanita tersebut hendak dievakuasi keluar dari KRL, karena belum ada yang mengetahui pasti bahwa ia akan melahirkan. Kabar ini sontak mengejutkan penumpang lain.
Selama kereta berhenti, Imankaka sempat bertanya kepada istrinya mengenai tindakan yang bisa dilakukannya. Ia disarankan untuk menjaga jarak agar sirkulasi udara di sekitar ibu hamil tetap terjaga.
Proses persalinan kemudian dibantu oleh para penumpang wanita lain yang sigap memberikan pertolongan. Keajaiban terjadi ketika bayi berhasil lahir dengan cepat. “Di situ emak-emak pada gercep banget. Mereka tuh pada datang di situ pada ngebantu, proses persalinannya benar-benar secepat itu. Gak sampai 5 menit tuh anak udah keluar gitu loh. Secepat itulah masya Allah lah,” cerita Imankaka.
Setelah bayi lahir dan menangis kencang, menandakan kondisinya stabil, proses pemotongan ari-ari bayi pun dilakukan. Bayi dan ibunya kemudian dibawa keluar dari gerbong oleh petugas.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa kondisi ibu dan anak dalam keadaan sehat. “Kondisi ibu dan anaknya sehat,” kata Leza Arlan.
Petugas Kesehatan Stasiun Rawabuntu yang terlatih berhasil menangani persalinan tersebut. Selanjutnya, ibu dan anak tersebut dibawa ke Puskesmas Rawabuntu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Leza menjelaskan bahwa petugas kesehatan yang disiagakan di setiap stasiun memiliki kompetensi yang memadai, di mana mereka umumnya lulusan D3 Keperawatan. Kejadian bermula ketika seorang pengguna yang sedang hamil tua merasa kontraksi dan tanda-tanda persalinan saat duduk di bangku prioritas. Petugas pengamanan yang bertugas di dalam KRL segera berkoordinasi dengan masinis dan petugas Stasiun Rawabuntu untuk memfasilitasi proses persalinan. “Selama proses persalinan Commuter Line No.1689 perjalanannya diberhentikan sementara di Stasiun Rawabuntu,” tutup Leza.