JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat hingga tahun 2025, Indonesia memiliki 328.000 dosen. Namun, angka ini belum mencerminkan jumlah profesor yang memadai, dengan hanya 4,1% atau sekitar 13.519 dosen yang menyandang gelar akademik tertinggi tersebut.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyoroti isu ini dalam pembukaan Konvensi Pendidikan Indonesia XII Tahun 2026 di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, pada 2 Oktober 2026. Ia menekankan bahwa proses kenaikan jabatan akademik bagi dosen masih menghadapi kendala.
“Ini profesor kita sedikit 4,1%, sebagian besar masih di lektor. Ya, ini tugas Bapak-Ibu dosen. Kalau ada orang mau naik pangkat mohon dipermudah,” ujar Brian dalam acara yang tayangan ulangnya diunggah di laman YouTube Undiksha, Senin (5/10/2026).
Brian berpesan kepada para dosen senior yang telah mencapai jabatan guru besar untuk tidak bersikap mempersulit dosen lain yang ingin naik pangkat. “Saya suka lihat, suka dengar dari para dosen senior yang sudah guru besar. ‘Dulu saya susah, sekarang harus susah juga’. Jangan begitu ya, kita permudah,” pesannya.
Lebih lanjut, Brian mendorong rektor perguruan tinggi untuk memberikan dukungan maksimal kepada dosen mereka. Ia mengkhawatirkan banyaknya profesor yang baru diproses pada usia lanjut. “Jangan umur 64 baru diproses (jadi profesor). Tolong umur 50 paling lambat sudah dimasukkan,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta rektor untuk proaktif memeriksa dosen-dosen yang belum mencapai jabatan guru besar atau yang belum naik pangkat. Brian bahkan menyarankan agar rektor dapat memberikan dorongan atau ‘paksaan’ demi kebaikan, yaitu agar dosen tersebut dapat mencapai jenjang profesor. “Dicek, Bapak-Ibu sekalian, mana dosen-dosen yang belum guru besar, mana yang tidak naik pangkat. Panggil aja, disuruh, dipaksa. Kan kita memaksa kebaikan ya, dipaksa untuk menjadi profesor kan baik. Jadi ini PR kita bersama,” jelas Brian.
Data dosen di Indonesia per 2025 yang diolah dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) menunjukkan distribusi jabatan akademik sebagai berikut:
- Profesor: 13.519 orang (4,1%)
- Lektor Kepala: 35.409 orang (10,8%)
- Lektor: 131.240 orang (40%)
- Asisten Ahli: 80.460 orang (24,5%)
- Belum Memiliki Jabatan: 67.613 orang (20,6%)
Bidang studi dengan jumlah dosen terbanyak meliputi Teknik (59.569 orang), Sosial (49.393 orang), Pendidikan (49.392 orang), Kesehatan (48.185 orang), dan Ekonomi (46.568 orang).
Komentar