LPDB Koperasi Dorong Lurik Prasojo Klaten Tembus Pasar Global

Kain lurik, warisan budaya Klaten, berpotensi besar menjadi kekuatan ekonomi dengan jangkauan pasar global. Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera (Lurik Prasojo) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi contoh pengembangan wastra khas ini.

Koperasi yang telah berdiri sejak 1950 ini terus didorong untuk memperkuat kapasitas usaha dan memperluas ekosistem bisnisnya melalui dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen LPDB Koperasi untuk memperkuat koperasi sektor riil agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, menyatakan bahwa pembiayaan dari LPDB Koperasi diharapkan menjadi pijakan bagi Koperasi Aji Tera untuk menembus pasar internasional. “Kita ingin membangun ekosistem tenun dan lurik yang sama kuatnya dengan batik,” ujar Farida dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Sinergi Koperasi dan Industri Wastra di Koperasi Aji Tera, Klaten, yang berlangsung pada Kamis (20/8).

Dana Bergulir untuk Koperasi Naik Kelas

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menjelaskan bahwa dukungan pembiayaan kepada koperasi sektor riil seperti Koperasi Aji Tera bertujuan memastikan dana bergulir memberikan dampak nyata. Koperasi memiliki posisi strategis untuk menghubungkan potensi ekonomi lokal dengan pasar yang lebih luas.

Krisdianto menekankan bahwa pembiayaan harus diikuti penguatan kapasitas usaha, pengembangan produk, perluasan pasar, dan pembangunan ekosistem. “Kami ingin dana bergulir tidak berhenti pada aspek pembiayaan. Dana tersebut harus menjadi pengungkit agar koperasi semakin produktif, memperluas usahanya, meningkatkan nilai tambah produk, dan pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih besar kepada anggota serta masyarakat,” ujar Krisdianto.

Ia menambahkan, Koperasi Aji Tera membuktikan bahwa koperasi dapat menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi produktif. Keberadaan Lurik Prasojo yang telah bertahan puluhan tahun menjadi modal penting untuk membangun brand wastra lokal yang kuat. Dengan dukungan pembiayaan dan penguatan ekosistem usaha, potensi ini dapat dikembangkan menjadi produk yang kompetitif di pasar nasional maupun global.

Krisdianto menegaskan bahwa pola pengembangan ini sejalan dengan transformasi koperasi yang didorong LPDB Koperasi, yaitu memperkuat koperasi sektor riil agar lebih produktif, profesional, dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok perekonomian nasional. “Potensi seperti yang dimiliki Koperasi Aji Tera harus terus dikembangkan. Koperasi tidak hanya menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai ekonomi baru. Inilah yang kami dorong melalui dukungan dana bergulir,” kata Krisdianto.

Ke depan, koperasi produktif seperti Aji Tera diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem yang lebih luas, termasuk mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai etalase produk lokal dari berbagai daerah.

Potensi Pasar Internasional dan Ekonomi Kreatif

Pengembangan Lurik Prasojo juga mendapat perhatian dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar. Menurut Irene, lurik memiliki peluang besar di pasar internasional karena menawarkan produk fesyen yang membawa cerita, filosofi, dan nilai budaya.

“Lurik memiliki kesederhanaan pola yang sangat bisa diterima pasar internasional. Motif garis lurus atau rintik tidak hanya sekadar visual, tetapi membawa narasi kedekatan dengan Sang Pencipta dan harapan keberkahan. Wastra kita bisa menjadi media healing bagi masyarakat dunia,” kata Irene.

Potensi ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara koperasi, pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, desainer, hingga industri fesyen dan pariwisata. Pemerintah juga mendorong pengenalan Lurik Prasojo melalui berbagai kanal promosi, termasuk publikasi pada media penerbangan nasional dan integrasi wastra tenun ke dalam ekosistem ekonomi kreatif serta budaya populer yang dekat dengan generasi muda.

LPDB Koperasi memandang pengembangan Koperasi Aji Tera bukan hanya tentang memperbesar skala bisnis satu koperasi. Penguatan koperasi diharapkan menciptakan efek berganda bagi pengrajin, anggota, perempuan pelaku usaha, hingga masyarakat sekitar sentra produksi. Dengan demikian, rantai nilai lurik dapat tumbuh dari hulu ke hilir.

Dengan dukungan pembiayaan, penguatan kapasitas, inovasi produk, dan perluasan akses pasar, lurik Klaten diharapkan bertransformasi dari cerita warisan masa lalu menjadi kisah sukses koperasi Indonesia yang membawa produk lokal ke panggung dunia.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Direktur Bisnis LPDB Koperasi Oetje Koesoema Prasetia, Kepala Biro Humas, Tata Usaha, dan Teknologi Informasi Kementerian Koperasi Darmono, serta Ketua Koperasi Konsumen Karyama Kusuma Aji Tera Maharani.

Leave a Comment