JAKARTA – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai Karimun dan Polda Kepulauan Riau berhasil menyergap sebuah kapal yang mengangkut narkoba jenis cair seberat 2,6 ton. Kapal yang diidentifikasi bernama MV Ocean Porter tersebut diketahui sempat beberapa kali berganti nama.
Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa operasi penyergapan dilakukan pada hari Senin, 17 Agustus. Menurutnya, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya anomali pada catatan pergerakan kapal.
“Adanya anomali record pada kapal Rain Maker sejak bulan Desember 2025. Yang menjadi perhatian serius karena wilayah Selat Malaka dan perairan kepulauan Riau merupakan strategis internasional yang sangat rawan dimanfaatkan jaringan narkotika internasional,” ujar Suyudi dalam konferensi pers di Batam, Jumat (21/8/2026).
Tim gabungan kemudian melakukan pemantauan terhadap pergerakan kapal yang berbendera Tanzania tersebut. Pemantauan dilakukan melalui sistem traffic.
“Tim melakukan pemantauan melalui sistem merit traffic, kami mendeteksi pergerakan kapal berbendera Tanzania,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suyudi mengungkapkan bahwa kapal tersebut telah beberapa kali berganti nama. Nama-nama yang terdeteksi antara lain Hongran 2, RACEWIND, kemudian Rain Maker, dan terakhir MV Ocean Porter.
“Kami mendeteksi pergerakan kapal mulai dari Hongran 2, yang kerap berganti nama kemudian menjadi RACEWIND, kemudian Rain Maker. Dan yang terakhir menjadi MV Ocean Porter,” ungkapnya.
Tim juga mendeteksi adanya anomali pada rute yang dilalui kapal tersebut. Rute yang terdeteksi meliputi perjalanan dari Taiwan, Filipina, hingga ke Selat Malaka.
“Kapal tersebut menunjukkan anomali rute yang meliputi Taiwan, Filipina, Sarawak, perairan China Selatan hingga masuk ke perairan Thailand hingga Selat Malaka,” katanya.
Berdasarkan hasil deteksi tersebut, tim gabungan segera bergerak menuju lokasi kapal. Mereka melakukan pembaruan informasi pergerakan kapal secara real-time.
“Kita langsung bergerak cepat menuju titik sasaran. Kemudian pada hari Senin 17 Agustus 2026 pukul 05.15 WIB tim gabungan BNN RI bergerak menuju Tanjung Balai Karimun untuk melakukan update pergerakan kapal di perairan terdekat,” pungkasnya.