JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memberikan apresiasi berupa pin emas dari Kapolri kepada sejumlah personelnya yang dinilai berhasil menangani insiden pengibaran bendera Bulan Bintang di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas peran mereka dalam meredam situasi dan memastikan keamanan pasca kejadian.
Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan dan Wakapolda Aceh Brigjen Ari Wahyu Widodo menjadi dua di antara personel yang menerima pin emas Kapolri. Keduanya dinilai berperan penting dalam melakukan negosiasi dengan masyarakat, meredakan ketegangan, serta mengawal proses penurunan bendera agar berjalan aman. Selain itu, mereka juga memimpin pelaksanaan patroli skala besar di wilayah tersebut setelah insiden tersebut terjadi.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir menjelaskan bahwa pin emas Kapolri tidak hanya diberikan kepada Kapolda dan Wakapolda Aceh, tetapi juga kepada Kompol I Ketut Supriyatna, Kanit 1 Subdit 4 Ditintelkam Polda Aceh. “Atas peran tersebut, pin emas Kapolri diberikan kepada Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan, Wakapolda Aceh Brigjen Ari Wahyu Widodo, serta Kompol I Ketut Supriyatna, Kanit 1 Subdit 4 Ditintelkam Polda Aceh,” ujar Isir dalam keterangannya pada Jumat (21/8/2026).
Selain penghargaan pin emas, Polri juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada empat orang personel yang terlibat dalam penanganan insiden tersebut. Mereka yang mendapatkan KPLB adalah Kompol Saiful Hadi, Kasat Samapta Polresta Banda Aceh; Aipda Azhari, Ba Polsek Lueng Bata Polresta Banda; dan Bripda Azkar, Ba Samapta Polresta Banda Aceh.
Irjen Johnny Edison Isir menambahkan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polri untuk terus menjalankan tugas dengan profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya pengabdian dan keberanian personel di lapangan sebagai teladan. Polri berkomitmen untuk terus mengapresiasi anggota yang menunjukkan dedikasi dan pengorbanan demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Lebih lanjut, Isir menyatakan bahwa sikap para personel yang menerima penghargaan tersebut merupakan wujud nyata dari dedikasi, keberanian, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kepolisian, khususnya dalam menangani situasi di Aceh. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan terhadap personel yang telah melaksanakan tugas dengan penuh pengabdian. “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi, keberanian, dan pengabdian dalam melaksanakan tugas. Apa yang dilakukan para personel ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.