Korea Selatan Dorong Pendidikan AI dengan 33 Kampus Baru

Korea Selatan luncurkan 33 program studi AI di universitas, fokus pada integrasi AI di seluruh disiplin ilmu dan kolaborasi industri.

Korea Selatan Dorong Pendidikan AI dengan 33 Kampus Baru
Foto: Dok. SNU

SEOUL – Korea Selatan mengambil langkah signifikan dalam memajukan kecerdasan buatan (AI) dengan meresmikan program studi AI di 33 universitas di seluruh negeri. Inisiatif yang berada di bawah naungan Kementerian Sains dan Teknologi, Komunikasi, dan Informasi ini terbagi dalam dua skema utama: 18 universitas akan menjadi pusat pengembangan AI dan 15 lainnya akan fokus pada sekolah pascasarjana Transformasi AI (AX).

Program ini dirancang untuk mengintegrasikan AI secara mendalam ke dalam sistem pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi akademik dan sektor industri. Setiap universitas yang terpilih sebagai pusat pengembangan AI akan menerima dana sebesar 3 miliar won (sekitar Rp 40 miliar) per tahun selama maksimal delapan tahun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat kurikulum AI spesifik, mewajibkan mata kuliah dasar umum (MKDU) terkait AI bagi seluruh mahasiswa, serta memperkenalkan program interdisipliner yang mengombinasikan AI dengan berbagai bidang studi lainnya.

Sementara itu, 15 sekolah pascasarjana Transformasi AI juga akan mendapatkan alokasi dana yang sama, yakni 3 miliar won per tahun, selama maksimal enam tahun. Lembaga-lembaga ini akan berkolaborasi dengan 26 perusahaan terkemuka, termasuk Samsung Electronics, POSCO Holdings, dan Doosan Robotics. Kolaborasi ini mencakup pendirian pusat penelitian bersama, penyediaan program pembimbingan yang melibatkan pakar dari universitas dan industri, serta pembelajaran berbasis proyek bagi mahasiswa magister dan doktoral. Tujuannya adalah untuk menghasilkan profesional yang siap menerapkan AI dalam menghadapi tantangan praktis di berbagai sektor industri.

Kementerian berencana untuk terus memperluas jangkauan pendidikan AI dengan mengubah 38 universitas yang saat ini berfokus pada perangkat lunak menjadi institusi yang berorientasi pada AI pada tahun berikutnya, setelah melalui proses evaluasi yang ketat. Langkah ini menunjukkan komitmen Korsel untuk menempatkan AI sebagai prioritas utama dalam pengembangan sumber daya manusia.

Perhatian khusus juga diberikan pada pemerataan akses pendidikan AI di seluruh wilayah. Sebelas dari 18 universitas pusat pengembangan AI dan delapan dari 15 sekolah pascasarjana AX berlokasi di luar wilayah metropolitan Seoul. Mulai tahun 2027, Kementerian menargetkan agar lembaga-lembaga di luar ibu kota menyumbang setidaknya 70% dari universitas yang baru terpilih. Hal ini bertujuan untuk mendukung akses yang lebih luas ke pendidikan AI dan memperkuat kapasitas penelitian di tingkat regional.

Program-program baru ini menandai pergeseran paradigma dalam pendidikan AI, dari sekadar mata pelajaran teknis khusus menjadi integrasi kemampuan AI di seluruh disiplin ilmu. Dengan menjadikan pendidikan dasar AI sebagai kewajiban dan menggabungkannya dengan berbagai bidang studi lain, Korea Selatan berupaya mempersiapkan lulusannya untuk dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh AI dalam tugas-tugas profesional dan pemecahan masalah. Sekolah pascasarjana AX pun berperan penting dalam menyelaraskan pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berubah, sekaligus menjadi pusat inovasi praktis AI di berbagai sektor.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *