Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8%

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri pembukaan Lampung Begawi x Siger Fest 2026 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kanwil BI) Provinsi Lampung. Dalam kesempatan tersebut, Mirza menekankan pentingnya kolaborasi strategis dengan BI untuk mempertemukan ide, inovasi, investasi, dan kolaborasi lintas sektoral demi mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada Indonesia Emas 2045.

Mirza memaparkan profil Lampung sebagai lumbung pangan strategis Indonesia dengan produksi gabah mencapai 3,5 juta ton, surplus jagung yang menopang industri unggas, serta kontribusi besar pada produksi tapioka nasional, kopi, lada, dan gula. Namun, ia mengakui bahwa kekayaan agraris belum dirasakan optimal oleh petani akibat volatilitas harga komoditas mentah.

Menurut Mirza, intervensi perlindungan komoditas di era Presiden RI Prabowo Subianto berhasil mengungkit pendapatan petani dan mendongkrak laju ekonomi daerah. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung yang sebelumnya selalu di bawah rata-rata nasional, kini menjadi nomor dua tertinggi se-Sumatera berkat harga komoditas.

Geliat ekonomi perdesaan juga tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang hampir 7% secara tahunan. Ke depan, Mirza menekankan keberlanjutan ekspansi ekonomi tidak dapat terus disandarkan pada intervensi kebijakan tata niaga semata.

Hilirisasi industri yang saat ini baru mencakup 30% dari total komoditas lokal dipatok menjadi prioritas utama daerah, sejalan dengan mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). “Hari ini kami tumbuh karena didukung oleh kebijakannya Presiden (Prabowo), dipaksa naik harganya. Tapi ke depan untuk mencapai 8% tidak bisa hanya dengan regulasi,” kata Mirza.

Strategi hilirisasi dirancang adaptif melalui dua pendekatan: hilirisasi skala sentra perdesaan, seperti industri pakan ayam lokal dan penanganan pascapanen kopi dan kakao, serta hilirisasi skala lanjut pada kawasan industri manufaktur. Dorongan nilai tambah ini berjalan beriringan dengan lonjakan adopsi teknologi pertanian dan peningkatan armada logistik.

Potensi akselerasi juga didukung oleh diversifikasi sektor energi baru terbarukan dan lonjakan sektor pariwisata yang membukukan peningkatan arus wisatawan domestik hingga 60%. Rasio demografi unggul dengan 71% populasi Lampung tergolong angkatan kerja produktif turut menjadi modal penting.

Mirza mengajak otoritas moneter pusat dan perbankan untuk mengawal deregulasi guna menuntaskan potensi sumbatan alur perizinan investasi. “Saya yakin salah satu fondasi kemajuan Indonesia itu syaratnya cuma satu, ketika daerah-daerahnya menjadi kuat. Fondasi utama pertumbuhan ekonomi kedepan ketika pertumbuhan di daerah itu akan kuat,” tegas Mirza.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Thomas AM Djiwandono mengapresiasi capaian solid pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang menembus angka 5,29% pada triwulan II-2026, menjadikannya daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Ia mengingatkan tantangan utama ke depan adalah bagaimana pertumbuhan tersebut menghadirkan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi dan masuknya investasi.

Thomas menjelaskan BI kini tidak hanya berfokus pada stabilitas moneter dan inflasi, tetapi juga aktif mendorong pertumbuhan sektor ekonomi riil melalui sinergi dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan BPI Danantara. BI juga siap menggerakkan jaringan kanwil dan perwakilan luar negeri untuk menarik minat investor.

Dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BI menerapkan tiga pendekatan strategis untuk UMKM: penguatan kemitraan usaha, peningkatan kapasitas manajerial dan mutu produk, serta perluasan akses pembiayaan. Komoditas unggulan Lampung seperti olahan pisang, kopi, dan wastra terus didorong untuk menembus rantai pasok global.

Percepatan digitalisasi sistem pembayaran juga menjadi fokus BI. Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 1,6 juta pengguna QRIS di Lampung, tumbuh 17,38% (YoY), dengan keterlibatan 916.000 merchant yang tumbuh signifikan 29,29% (YoY).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto menerangkan bahwa Lampung Begawi x Siger Fest 2026 kali ini membawa konsep lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada pameran produk UMKM, tetapi juga pemetaan sumber pertumbuhan ekonomi baru dan pembukaan ruang investasi. “Jadi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan UMKM, tapi bagaimana kami juga bisa bekerjasama dengan provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Lampung untuk bersama-sama meningkatkan pertumbuhan ekonomi, utamanya tentu saja memberikan nilai tambah bagi produk unggulan Provinsi Lampung,” ujar Bimo.

Bimo menekankan digitalisasi sebagai motor penggerak efisiensi kegiatan ekonomi regional secara menyeluruh. “Digitalisasi, kami percaya bahwa ini merupakan upaya efisiensi. Bagaimana efisiensi juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” jelas Bimo. “Efisiensi tidak hanya berkaitan dengan untuk bagaimana mengurangi kebocoran pada pengelolaan anggaran, tapi juga efisiensi ekonomi secara umum. Di sinilah kenapa kami secara gencar mempercepat dan memperluas ekosistem ekonomi keuangan digital di daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar