JAKARTA – Produksi bawang merah di Indonesia kini telah surplus, memungkinkan negara untuk memperluas pasar ekspor. Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyatakan bahwa bawang merah Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mulai menembus pasar regional dan bersaing di kancah internasional.
“Kita bersyukur kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi. Sekarang kita dorong agar produksi terus meningkat sehingga petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih baik, termasuk pasar ekspor,” ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Pernyataan ini disampaikan Zulhas saat melepas ekspor bawang merah Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS) pada Sabtu (12/9). Pelepasan ekspor ini menjadi momentum penting bagi komoditas pertanian Indonesia.
Brebes, yang dikenal sebagai salah satu sentra utama bawang merah nasional, menyumbang sekitar 20% dari total produksi bawang merah nasional dan 60% produksi Jawa Tengah. Dengan luas tanam rutin mencapai 30.000-35.000 hektare, Brebes mampu menghasilkan sekitar 300.000-350.000 ton per tahun.
Selain Thailand, bawang merah Brebes juga telah berhasil menembus pasar negara-negara ASEAN lainnya, termasuk Vietnam, Malaysia, dan Singapura, menunjukkan daya saing produk Indonesia di kawasan.
Zulhas menambahkan bahwa pemerintah melalui Kemenko Pangan berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan stabilitas harga di dalam negeri, sembari terus mendorong perluasan pasar ekspor. Penguatan produksi bawang merah juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Jangan sampai petani sudah produksi banyak, tetapi pasarnya tidak ada. Karena itu pemerintah hadir memastikan ada pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tegas Zulhas.
Untuk memperkuat pasar domestik, penyerapan bawang merah produksi petani juga didorong untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Ke depan, pemerintah berencana memperkuat sektor perbenihan dan produktivitas, termasuk mengurangi ketergantungan pada bibit impor demi menghasilkan bawang merah berkualitas ekspor.
Dengan berbagai upaya penguatan produksi, pasar, dan tata kelola, bawang merah Brebes diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi komoditas pertanian Indonesia yang semakin kuat di pasar global.