Dukungan Komprehensif untuk Keluarga Pekerja Perkebunan di Solok Selatan

Pagi di kawasan perkebunan sawit Solok Selatan dimulai lebih awal dengan udara sejuk, diiringi suara kendaraan yang mulai bergerak. Para pekerja bersiap menuju lokasi masing-masing sebelum matahari terik. Di antara mereka, para ibu menghadapi tantangan ganda: menjalankan tugas kerja sekaligus memastikan anak-anak mereka berada di tempat yang aman dan suportif.

Bagi perempuan yang bekerja di lapangan, meninggalkan anak bukan sekadar urusan menitipkan. Mereka membutuhkan tempat yang tidak hanya aman, tetapi juga menyediakan ruang untuk bermain, belajar, dan tumbuh. Sementara itu, para istri pekerja yang tinggal di kawasan perkebunan juga memiliki kebutuhan akan ruang interaksi, pengembangan diri, dan tempat untuk menyampaikan kendala kehidupan sehari-hari.

Kebutuhan integral ini menjadi fokus perhatian Komite Wanita Women Of Working (WoW) PT Kencana Sawit Indonesia (KSI) Wilmar Group. Organisasi ini menjalankan beragam program yang menyentuh kehidupan perempuan dan keluarga, mencakup pendidikan, sosial, keagamaan, kesenian, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), parenting, hingga perlindungan pekerja perempuan.

Ketua Komite Wanita WoW PT KSI Wilmar Group, Herni Zen, menjelaskan bahwa WOW dibentuk sebagai wadah bagi perempuan untuk saling terhubung dan mengembangkan potensi. “Program yang dijalankan oleh Women of Workers (WOW) Group di dalam lingkungan perusahaan mencakup berbagai bidang, mulai dari UMKM, pendidikan, keagamaan, sosial, hingga kesenian. Tujuan utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini, pertama adalah untuk meningkatkan hubungan sosial di antara kita semua,” ujar Herni.

Secara khusus untuk UMKM, kegiatan diarahkan untuk membantu perekonomian keluarga sekaligus memberikan edukasi bagi para ibu, baik dari kalangan istri staf, istri karyawan, maupun pekerja perempuan. WOW juga rutin mengadakan peringatan hari besar seperti Hari Kartini, Hari Anak, dan Hari Ibu, serta program parenting, edukasi kesehatan perempuan (woman health), program Anak Wilmar Hebat, dan pelatihan yang menghadirkan psikolog eksternal untuk membahas kesehatan mental dan fisik perempuan.

Melalui beragam kegiatan ini, WOW menjadi lebih dari sekadar tempat berkegiatan; ia adalah ruang bagi perempuan untuk bertemu, saling mendukung, dan bertumbuh bersama.

Ada Tempat untuk Perempuan Bersandar

Perhatian terhadap perempuan diwujudkan nyata melalui Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3). Di Sumatera Barat, terdapat dua RP3, salah satunya berlokasi di PT KSI Solok Selatan. Fasilitas ini berfungsi sebagai ruang perlindungan bagi pekerja perempuan yang menghadapi persoalan di lingkungan kerja maupun keluarga.

Herni menambahkan bahwa RP3 hadir agar pekerja perempuan dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang, bebas dari tekanan, ancaman, tindakan kekerasan dalam rumah tangga, maupun diskriminasi gender. Melalui RP3, perempuan didorong untuk berani menyampaikan persoalan yang mereka alami. Tim WOW secara rutin melakukan sosialisasi ke area kerja dan blok perkebunan untuk memastikan para pekerja mengetahui keberadaan tempat perlindungan ini.

“Melalui wadah ini, para pekerja perempuan yang menghadapi masalah kini sudah berani bersuara atau speak up mengenai apa yang mereka rasakan, rintangan yang dihadapi, atau kendala perundungan yang dialami,” kata Herni. Keberadaan tempat untuk bercerita menjadi krusial, terutama ketika masalah yang dihadapi tidak mudah disampaikan kepada orang lain.

Pengurus WOW sekaligus pengelola Rumah RP3, Yanti, menekankan pentingnya membangun kepercayaan sebagai dasar pendampingan. “Jika para pekerja perempuan menghadapi masalah, mereka akan datang mengandalkan tempat kami di sini. Namun, hal pertama yang harus kita bangun adalah kepercayaan,” ujar Yanti. Untuk menjaga kenyamanan, RP3 memiliki ruang privat khusus, dan penanganan kasus dilakukan oleh tim yang relevan dengan persoalan, menjaga kerahasiaan informasi.

Kehadiran RP3 memberikan pilihan bagi pekerja perempuan dan istri karyawan ketika membutuhkan ruang aman untuk menyampaikan persoalan keluarga atau pekerjaan. Yanti menyatakan bahwa WOW dan RP3 sangat diapresiasi karena menyediakan wadah resmi untuk menyalurkan keluh kesah. “Keberadaan organisasi WOW dan Rumah RP3 di dalam lingkungan operasional kebun ini sangat disyukuri dan diapresiasi oleh seluruh pekerja perempuan maupun istri karyawan. Fasilitas ini menjadi wadah resmi yang aman bagi mereka untuk menyampaikan seluruh keluh kesah, rintangan keluarga, maupun masalah kerja yang mereka hadapi sehari-hari,” kata Yanti.

Rasa aman ini, menurut Yanti, perlahan membangun kedekatan dan kepercayaan antara para perempuan dengan pengurus WOW, menciptakan keyakinan bahwa ada tempat yang siap membantu ketika dibutuhkan.

Dari Ruang Aman hingga Ruang Tumbuh Anak

Perhatian terhadap keluarga pekerja meluas hingga ke kebutuhan anak. Di kawasan perkebunan, rutinitas orang tua yang padat sejak pagi menjadikan tempat penitipan anak (TPA) atau daycare sebagai elemen penting dalam keseharian keluarga. Program daycare di PTKSI telah berjalan sejak 2008, didorong oleh kesadaran bahwa sebagian anak pekerja belum mendapatkan pengasuhan optimal saat orang tua harus bekerja, terutama bagi ibu yang bekerja di bagian perawatan atau penyemprotan.

Saat ini, tujuh unit TPA tersebar di seluruh divisi PTKSI, termasuk di kawasan Staff Housing, yang dapat digunakan seluruh karyawan dan staf secara gratis. Perusahaan menanggung biaya operasional, termasuk kebutuhan tenaga pengasuh dan guru. Total sekitar 80 anak usia 2-5 tahun terlayani di tujuh unit TPA ini. Di sana, anak-anak tidak hanya dititipkan, tetapi juga mendapatkan kegiatan edukatif yang disesuaikan usia, seperti mengenal warna, menulis, mewarnai, menggambar, bernyanyi, hingga mengenal huruf hijaiyah.

Beril, bocah lima tahun, antusias bercerita tentang kesehariannya di daycare. “Senang!” jawabnya saat ditanya. Baginya, belajar, menulis, mewarnai, dan menggambar adalah bagian dari rutinitas menyenangkan. Bagi orang tua, daycare memberikan arti lebih besar: kepastian anak tetap terasuh saat mereka bekerja.

Pengasuh TPA/Daycare PTKSI, Jeli Permata Sari, menjelaskan bahwa anak-anak mendapatkan kegiatan yang membantu mereka mengenal hal baru, termasuk aktivitas luar ruangan seperti olahraga dan senam setiap Jumat. Anak-anak yang baru datang biasanya memerlukan waktu adaptasi, namun setelah sekitar seminggu, mereka mulai terbiasa dan menikmati interaksi dengan teman-teman. Daycare menjadi lebih dari sekadar tempat penitipan, melainkan ruang belajar, bermain, dan bersosialisasi.

Ibu Punya Ruang untuk Berkembang

Sementara anak-anak memiliki ruang untuk tumbuh, para ibu juga mendapatkan kesempatan berkembang melalui kegiatan WOW. Pengurus WOW PTKSI, Tika, menyatakan bahwa organisasi ini membawa perubahan signifikan bagi perempuan di lingkungan perkebunan. Keterbatasan aktivitas di rumah terkadang memicu rasa bosan, namun WOW menyediakan agenda rutin yang diisi berbagai kegiatan keterampilan, mulai dari kerajinan hingga kelas parenting.

Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi perempuan dari berbagai divisi untuk saling mengenal. Program WOW terbuka bagi seluruh lapisan pekerja, dan tim WOW aktif mengajak ibu-ibu di 11 lokasi divisi untuk berpartisipasi. WOW juga memfasilitasi pengembangan usaha, seperti Pasar Pabukoan saat Ramadan, serta pelatihan keterampilan dari anggota yang memiliki keahlian khusus, seperti menjahit, desain pakaian, membatik, dan eco-printing.

Anggota yang mengikuti pelatihan eksternal diharapkan dapat membagikan pengetahuannya kepada ibu-ibu lain. Tika menekankan bahwa kegiatan ini memberikan ruang bagi perempuan untuk berekspresi, membangun hubungan, dan merasa senang. “Jika ibu-ibu merasa senang, maka anak-anak akan bahagia dan suami pun ikut tersenyum dalam bekerja,” katanya.

Perlindungan dan Kenyamanan yang Terus Diperkuat

Perhatian WOW terhadap perempuan tidak hanya berhenti pada kegiatan sosial atau pemberdayaan, tetapi juga mencakup perlindungan dan rasa aman. Melalui RP3, pekerja perempuan memiliki saluran resmi untuk menyampaikan persoalan, sementara kegiatan WOW menyediakan ruang interaksi, pembelajaran, dan pembangunan kepercayaan diri. Tika menyoroti dampak nyata berupa meningkatnya rasa aman dan kepercayaan diri di kalangan pekerja perempuan. “Sekarang mereka jauh lebih percaya diri dalam bekerja karena tahu bahwa mereka memiliki tempat mengadu yang resmi yang diisi oleh sesama ibu-ibu yang siap melindungi mereka,” ujar Tika.

Ke depan, WOW bertekad memastikan program perlindungan berjalan konsisten dengan terus melakukan sosialisasi ke berbagai divisi. Selain itu, tujuh unit TPA juga masuk dalam rencana pengembangan WOW. Herni menyatakan bahwa peningkatan kualitas daycare menjadi prioritas, dengan target standardisasi menyeluruh agar TPA menjadi tempat pengasuhan yang lebih representatif dan profesional.

Dengan demikian, perhatian terhadap keluarga pekerja berjalan dalam beberapa lapis: perempuan memiliki ruang untuk berkembang, tempat perlindungan saat menghadapi persoalan, dan daycare yang memastikan anak-anak terasuh saat orang tua bekerja. Di balik rutinitas pagi di perkebunan, upaya ini menciptakan perjalanan yang lebih tenang bagi setiap keluarga, di mana ibu memiliki ruang bersuara, para istri pekerja punya kesempatan berkembang, dan anak-anak memiliki tempat belajar dan bermain.

Tinggalkan komentar