Solok Selatan – Sungai yang dulunya menjadi urat nadi transportasi utama masyarakat Solok Selatan kini perlahan tergantikan oleh akses jalan yang semakin terbuka. Transformasi ini membawa perubahan signifikan dalam mobilitas warga, khususnya bagi anak-anak sekolah yang kini memiliki sarana transportasi lebih memadai untuk mencapai tujuan belajar mereka.
Di SMPN 20 Talao, para siswa kini merasakan kemudahan dengan adanya bus sekolah yang disediakan perusahaan untuk mendukung aktivitas berangkat dan pulang sekolah. Fenomena serupa juga terjadi di wilayah Sungai Kunyit, di mana pembangunan jalan dan jembatan telah membuka akses yang sebelumnya sulit dijangkau, memudahkan aktivitas sehari-hari masyarakat.
General Estate Manager PT Kencana Sawit Indonesia (KSI) Wilmar Group, Hari Purnama, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan. Ia mengenang masa awal pembukaan kebun pada era 1980-an hingga 1990-an, ketika akses jalan belum seluas sekarang.
“Salah satu hal yang paling membantu masyarakat adalah pembangunan transportasi jalan. Dulu, mereka sama sekali tidak menyangka kalau mobil bisa masuk sampai ke depan rumah mereka. Kami yang membangun semua infrastruktur jembatan ini,” ujar Hari Purnama.
Ia menambahkan, “Dulu, saat awal pembukaan kebun di tahun 1980-an dan 1990-an, masyarakat kalau mau keluar harus lewat sungai menggunakan rakit. Sekarang mereka tidak menyangka bahwa jalan sudah tembus dan listrik pun sudah masuk.” Terbukanya akses jalan ini memungkinkan kendaraan menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit dilalui, serta mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, perhatian juga diberikan pada sektor pendidikan. SMPN 20 Talao, sebagai salah satu sekolah binaan perusahaan, menjalani rehabilitasi fasilitas yang dimulai sejak Desember 2024. Perbaikan mencakup tujuh ruang kelas, ruang guru, hingga area taman, serta pemeliharaan fasilitas sekolah.
Hari Purnama menjelaskan bahwa perusahaan juga merekrut tenaga pendidik dari lulusan pendidikan yang gajinya ditanggung perusahaan, memungkinkan anak-anak pekerja untuk bersekolah tanpa biaya. Renovasi bangunan SMP Talao meliputi penambahan ruang kelas dan penyediaan berbagai kebutuhan fasilitas sekolah lainnya.
Dengan fasilitas yang semakin baik, diharapkan anak-anak mendapatkan ruang belajar yang layak dan kesempatan lebih besar untuk berkembang. Perubahan fasilitas ini disambut baik oleh siswa dan guru di SMPN 20 Talao, yang kini memiliki lingkungan belajar lebih nyaman dan memadai untuk proses belajar mengajar.
Kepala SMPN 20 Talao, Mazwir, mengapresiasi dampak rehabilitasi sekolah terhadap kenyamanan siswa. “Rehabilitasi ini sangat membantu proses belajar. Dengan fasilitas yang lebih baik, anak-anak bisa belajar dengan lebih tenang dan maksimal,” katanya. Ia berharap perhatian terhadap sekolah dapat terus berlanjut demi peningkatan fasilitas pendidikan.
Infrastruktur publik lainnya juga menjadi sorotan. Datuk Rusli Rangkayo Basa, seorang tokoh masyarakat, mengapresiasi perhatian PT KSI terhadap infrastruktur jalan di wilayah Sungai Kunyit yang sebelumnya didominasi jalan tanah. Kini, sejumlah ruas jalan telah dirawat dan diratakan menggunakan alat berat perusahaan.
Rusli juga menyebutkan kemudahan akses alat berat perusahaan untuk kepentingan lingkungan sekitar, serta respons cepat dalam mengatasi gangguan debu pada musim kemarau dengan pengiriman mobil tangki air. Dukungan serupa juga diberikan untuk kegiatan masyarakat, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan dan pengerasan halaman kantor desa.
Perubahan infrastruktur di Solok Selatan, mulai dari jalan yang mudah dilalui, jembatan yang menghubungkan wilayah, hingga bus sekolah, secara nyata telah mempermudah kehidupan sehari-hari masyarakat. Transformasi ini menunjukkan bagaimana akses yang semakin terbuka tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi mendatang untuk tumbuh dan meraih cita-cita.