Basarnas Targetkan Pengangkatan Kapal Virgo Transport 8 Selesai dalam 3 Bulan

Jakarta – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkapkan bahwa masih banyak korban yang diyakini berada di dalam bangkai Kapal Virgo Transport 8. Kepala Basarnas Marsadya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa proses evakuasi pengangkatan kapal tersebut diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat tiga bulan.

Pernyataan ini disampaikan Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (24/9/2026). Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemilik kapal mengenai proses salvage. “Kami juga sempat komunikasi awal bahwa bagaimana proses salvage ini dilakukan. Mulai dari, memang ternyata tahapannya tidak mudah,” kata Syafii.

Syafii mengakui bahwa proses salvage kapal bukanlah perkara mudah. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pemilik kapal memiliki batas waktu maksimal 180 hari untuk memindahkan kapal yang mengalami kecelakaan agar tidak mengganggu jalur pelayaran. “Pada saat itu kami sampaikan, karena kami sudah bisa melihat bahwa di dalam itu masih ada korban-korban yang masih ada, kami meminta agar pelaksanaannya itu bisa dilaksanakan paralel, artinya dipercepat untuk bisa dilaksanakan, dan sekarang memang dalam proses,” ujarnya.

Ia membandingkan dengan proses salvage kapal besar sebelumnya yang memakan waktu lama. Syafii mencontohkan kapal pesiar Costa Concordia di Italia yang mengalami kecelakaan pada 2012 dan proses penyelamatannya baru selesai pada 2014. “Memang kalau kita mengacu kepada beberapa kejadian kapal besar yang mengalami kecelakaan dan dilaksanakan salvage, rata-rata sampai 3,5 tahun proses itu bisa selesai dilaksanakan. Itu yang kami lihat,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Basarnas tetap mendorong agar proses salvage Virgo Transport 8 dapat diselesaikan lebih cepat, mengingat masih adanya potensi korban di dalam bangkai kapal. “Pada saat kami konfirmasi bahwa ini tidak bisa dalam waktu cepat, akhirnya kami memaksimalkan seluruh personel Basarnas yang memiliki kemampuan untuk penyelaman, kami tarik,” ujarnya.

Dalam operasi pencarian ini, Basarnas mengerahkan personel dengan kemampuan khusus untuk melakukan penyelaman. Para penyelam bahkan menggunakan tabung double karena kondisi penyelaman di sekitar bangkai kapal membutuhkan tambahan oksigen dan keahlian khusus. “Karena itu kalau tadi kami lihat bahwa 1.200 orang cukup banyak, tapi untuk bisa melakukan operasi ini kami sampaikan bahwa kecelakaan kapal ini membutuhkan penanganan khusus dengan tenaga yang memiliki kompetensi khusus didukung oleh teknologi. Artinya sebenarnya kami melihatnya, andai saja kami memiliki kemampuan kapal yang cepat, mungkin tidak sampai 6 jam kami juga bisa hadir di tempat ini, itu yang pertama,” jelasnya.

“Kemudian pada saat kondisi seperti ini, tidak semua tim penyelam, mungkin kalau di Indonesia lebih dari ribuan tim. Tapi untuk bisa masuk dalam kondisi seperti ini, akhirnya kami mendatangkan pertama, kapal yang dari Makassar, kami mendatangkan kapal yang dari Kendari, kami juga mendatangkan kapal dari Batam,” imbuh dia.

Ketua Komisi V DPR Lasarus sempat mempertanyakan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan salvage atau pengangkatan Kapal Virgo Transport 8. Menjawab pertanyaan tersebut, Syafii menyatakan bahwa pengangkatan kurang lebih bisa dilakukan dalam tiga bulan. “Kalau dengan kondisi ini bisa berapa lama salvage bisa dilakukan?” tanya Lasarus. “Jadi kami kemarin sudah komunikasi Bapak terkait dengan persiapan, jadi persiapan ternyata kalau mengikuti hukum internasional bahan bakar olivion itu harus dikuras dulu karena kalau itu mencemari laut akan ada mungkin…,” jawab Syafii, sebelum dipotong oleh Lasarus yang meminta jawaban singkat mengenai estimasi waktu. “Paling cepat 3 bulan,” tegas Syafii.

Syafii menambahkan bahwa operasi SAR akan terus dilakukan selama masih memungkinkan untuk menemukan dan mengevakuasi korban. “Kami sampaikan bahwa operasi akan terus kami lakukan selama masih memungkinkan kami bisa menemukan dan mengevakuasi korban,” tuturnya.

Tinggalkan komentar