Aceh Timur – Pemulihan lahan persawahan yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, terus berlanjut. Setelah tahap pengolahan tanah, kini fokus bergeser ke tahap penanaman. Pemerintah telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp52,795 miliar untuk memulihkan 8.074 hektare lahan melalui dua program utama.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kesiapan lahan di lapangan. “Ini baru bertahap,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Program pertama adalah optimalisasi 6.304 hektare sawah yang terdampak bencana. Program ini melibatkan 174 kelompok tani dan didukung oleh anggaran APBN sebesar Rp28,9 miliar yang dikelola melalui Satuan Kerja Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Hingga kini, pengolahan tanah dalam program optimalisasi telah mencakup 1.974 hektare, sementara 540 hektare lainnya sudah memasuki tahap penanaman. Langkah ini diharapkan menjadi awal bagi petani untuk kembali menggarap sawah mereka.
Selain program optimalisasi, pemerintah juga menjalankan program rehabilitasi untuk 1.770 hektare sawah yang mengalami kerusakan sedang. Program rehabilitasi ini melibatkan 37 kelompok tani dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp23,895 miliar, juga melalui satuan kerja yang sama.
Dalam program rehabilitasi, pengolahan tanah telah dilaksanakan pada 1.005 hektare, dan 435 hektare telah memasuki tahap penanaman. Perbedaan luas lahan yang diolah dan ditanami ini menunjukkan bahwa kedua tahapan program masih dalam proses pengerjaan.
Secara keseluruhan, terdapat 211 kelompok tani yang terlibat dalam kedua program pemulihan sawah ini. Dukungan anggaran dan pelaksanaan di lapangan bertujuan untuk membantu para petani agar dapat kembali memanfaatkan lahan mereka sekaligus memulihkan aktivitas pertanian di Aceh Timur.
Abdul Rahman menegaskan bahwa pekerjaan pemulihan akan terus dilanjutkan secara bertahap, mulai dari pengelolaan tanah hingga penanaman. “Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian Aceh Timur setelah terdampak bencana, sekaligus mendukung petani agar dapat kembali mengusahakan lahan persawahan mereka,” tegasnya.
Pemulihan sawah ini merupakan bagian integral dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera. Perkembangan pengolahan dan penanaman di lahan-lahan tersebut perlu terus dipantau secara cermat untuk memastikan lahan yang telah ditangani dapat segera kembali produktif dan memberikan manfaat bagi penghidupan para petani.