Aceh Dilanda Banjir dan Longsor, Gubernur Mualem Imbau Warga Waspada

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di tengah musim hujan yang mulai intensif. Wilayah tengah Aceh dilaporkan kembali dilanda banjir dan tanah longsor dalam beberapa hari terakhir.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan bahwa Gubernur meminta seluruh pihak siaga mengingat kondisi tanah di kawasan bencana tahun lalu belum sepenuhnya pulih dan masih labil. “Gubernur minta seluruh pihak agar waspada potensi bencana, karena sekarang musim hujan. Bencana hidrometeorologi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,” ujar Nurlis mengutip Mualem, Rabu (16/9/2026).

Bencana banjir dan longsor dilaporkan melanda beberapa daerah di Aceh dalam dua hari terakhir. Wilayah yang terdampak parah meliputi dataran tinggi seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara.

Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir terjadi di Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, pada Minggu (13/9) siang. Menyusul kemudian, tanah longsor melanda Kecamatan Putri Betung, yang mengakibatkan terputusnya ruas jalan utama Blangkejeren-Kutacane.

Sementara itu, banjir juga dilaporkan menerjang Aceh Tenggara pada Minggu (13/9) malam. Sebanyak 11 desa di lima kecamatan terdampak, menyebabkan rumah warga terendam lumpur, rusaknya tanggul, serta terganggunya akses transportasi.

Di Aceh Tengah, longsor terjadi pada Senin (14/9) dini hari dan melanda empat kecamatan. Bencana tersebut dilaporkan menyebabkan 13 orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia. Seluruh korban yang terluka saat ini tengah menjalani perawatan medis di RSUD Datu Beru.

“Dilaporkan, saat ini sudah dilakukan upaya penanganan evakuasi korban dan pembersihan material longsor. Selain itu juga pemantauan kondisi wilayah dan pendataan lanjutan,” jelas Nurlis mengenai langkah penanganan darurat yang telah dilakukan.

Nurlis menambahkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh yang diperkirakan berlangsung mulai September ini. Gubernur Mualem dilaporkan telah menginstruksikan langkah-langkah mitigasi bencana sejak dini.

“Kolaborasi penting untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons di lapangan, dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas bersama,” tutup Nurlis, menekankan pentingnya kerja sama dalam menghadapi potensi bencana.

Tinggalkan komentar