Konawe Utara – Empat karyawan PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) meninggal dunia akibat tertimbun longsor di area tambang nikel, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa (22/9) sore.
Kapolres Konawe Utara AKBP Rico Fernanda mengonfirmasi adanya kecelakaan kerja tersebut. “Telah terjadi kecelakaan kerja berupa longsor yang mengakibatkan 4 orang karyawan meninggal dunia,” ujar Rico Fernanda.
Longsor pertama kali terjadi di area tambang Blok A, Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, sekitar pukul 16.40 Wita. Saat itu, para karyawan tengah bekerja di Blok A untuk melakukan produksi dan mengambil sampel yang akan dibawa ke laboratorium.
“Setelah pengambilan sampel, terjadi longsor kecil yang mengakibatkan ekskavator terbenam. Kemudian sekitar 6 orang karyawan melakukan evakuasi terhadap ekskavator tersebut,” jelas Rico.
Proses evakuasi ekskavator sempat dihentikan karena telah memasuki akhir jam kerja dan direncanakan dilanjutkan pada Rabu (23/9) pagi. Namun, saat tim produksi bersiap kembali dan ekskavator akan keluar dari area tersebut, longsor susulan terjadi.
Longsor kedua inilah yang menimpa para karyawan. “Setelah tim produksi berjalan untuk kembali dan ekskavator juga akan trapping keluar, tiba-tiba terjadi longsor dan mengakibatkan 6 orang tertimpa longsor,” bebernya.
Dari enam orang yang tertimpa longsor, dua orang berhasil selamat. Salah satunya adalah operator ekskavator yang berhasil keluar dari area tersebut. Sementara itu, empat orang lainnya dilaporkan meninggal dunia.
Anggota piket Polsek Wiwirano segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan. Keempat korban yang meninggal dunia adalah Brian Yoga Pratama, Peris, Ghea Kurnia Yoga, dan Wayan Juliana Putra. Semuanya tercatat sebagai karyawan PT KDI.