Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat – Sebanyak 352 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan umum yang dialami para siswa meliputi muntah-muntah dan pusing.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengonfirmasi bahwa para korban telah menerima penanganan medis di sejumlah Puskesmas. Ia melaporkan bahwa sebagian siswa yang sempat dirawat kini sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi selama tiga jam.
Sementara itu, Ketua Satgas Program MBG NTB, Fathul Gani, menyatakan bahwa pihak penyalur makanan, yang dikenal sebagai SPPG, terancam dikenai sanksi berupa penghentian sementara atau suspend. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari proses evaluasi terhadap insiden tersebut.
“Ya, kalau melihat situasi, otomatis suspend,” ujar Fathul Gani di kantor Gubernur NTB. Ia menambahkan bahwa durasi penghentian sementara akan ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pemberian sanksi ini juga bertujuan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan kondisi psikologis para penerima manfaat agar tidak menimbulkan trauma terhadap program MBG.
Kejadian ini bermula ketika 352 siswa dari beberapa sekolah dilarikan ke Puskesmas Peringgarata, Puskesmas Mantang, dan Puskesmas Aik Darek. Mereka diduga keracunan setelah menyantap menu MBG yang disalurkan oleh mitra salah satu SPPG di Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang.