TANGERANG – Sebanyak 28 bangunan gudang di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (17/9/2026). Peristiwa kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik ini menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 20 miliar.
Api pertama kali terlihat oleh petugas keamanan sekitar pukul 12.55 WIB. Api muncul dari salah satu gudang yang berisi kasur busa di bagian belakang. Melihat api membesar dengan cepat, saksi segera berteriak untuk memperingatkan karyawan lain agar segera keluar dari area kantor.
Petugas keamanan tersebut kemudian berlari keluar kompleks pergudangan untuk mencari bantuan, sementara rekan lainnya segera menghubungi pemadam kebakaran (damkar) setempat. Tim damkar tiba di lokasi pada pukul 13.00 WIB dan langsung berupaya memadamkan api.
Kondisi bahan yang mudah terbakar di dalam gudang, ditambah hembusan angin kencang, membuat api dengan cepat menjalar dan menyambar gudang-gudang lain yang berada di belakang area awal kebakaran. “Api semakin membesar dan merambat ke bagian gudang lain yang ada di belakang pabrik yang terbakar,” ujar salah seorang petugas.
Proses pemadaman melibatkan 16 mobil pompa dan sekitar 80 personel damkar gabungan dari berbagai wilayah. Setelah bekerja keras selama hampir 10 jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.00 WIB.
Gudang-gudang yang terbakar tersebut diketahui berisi berbagai macam barang, mulai dari logistik kontraktor, gudang penyimpanan dingin (cold storage), hingga beberapa gudang yang dalam kondisi kosong. Berdasarkan keterangan sementara, penyebab kebakaran diduga kuat adalah korsleting listrik.