Sebanyak 11 siswa SMA/SMK sederajat berhasil meraih golden ticket untuk melanjutkan pendidikan di IPB University. Prestasi ini diraih melalui kemenangan mereka dalam ajang Olimpiade Pertanian Indonesia (OPI) 2026.
OPI merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University. Dekan Faperta IPB University, Prof. Suryo Wiyono, menyatakan bahwa OPI telah memasuki tahun ketiganya dan akan terus dilanjutkan. Menurutnya, sektor pertanian kini telah berkembang pesat dengan adanya paparan teknologi maju, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang membuka berbagai peluang baru bagi generasi muda.
“Ilmu pertanian tidak sebatas gambaran sawah, kerbau, gunung, dan sungai seperti yang sering kita lihat di buku sekolah. Pertanian juga mencakup penggunaan teknologi maju, otomatisasi, AI, hingga karantina tumbuhan dan berbagai bidang lain yang mendukung kehidupan masyarakat,” ujar Prof. Suryo mengutip dari laman IPB University, Rabu (21/10/2026).
Ketua pelaksana OPI 2026, Prof. Syarifah Iis Aisyah, melaporkan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 539 peserta yang terbagi dalam lima kategori. Kategori tersebut meliputi lomba gagasan tertulis dengan 154 peserta, esai anak petani berprestasi dengan 44 peserta, videografi dengan 19 peserta, kontes foto dengan 25 peserta, dan lomba cepat tepat yang diikuti 237 peserta dalam 79 regu.
Peserta OPI 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jambi, Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Bali. Babak penyisihan dan semifinal dilaksanakan di tingkat provinsi sebelum para finalis berkompetisi di babak akhir.
Setelah melalui serangkaian tahap kualifikasi yang ketat, 11 siswa SMA/SMK terpilih sebagai juara. Kemenangan ini memberikan mereka hak istimewa berupa golden ticket yang dapat digunakan pada proses penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2027/2028.
Prof. Suryo mengucapkan selamat kepada para penerima golden ticket. Ia menekankan bahwa lulusan pertanian kini memiliki prospek karir yang luas, tidak terbatas pada sektor perkebunan saja, melainkan juga berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan nasional. “Selamat kepada para penerima golden ticket. Semoga kesempatan tersebut menjadi awal bagi para siswa untuk mengembangkan potensi dan mengambil peran dalam memajukan pertanian Indonesia,” tutup Prof. Suryo.
Komentar