JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menegaskan bahwa swasembada pangan memiliki arti yang jauh lebih mendalam daripada sekadar memastikan ketersediaan beras di dalam negeri. Menurutnya, kemampuan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri sangat erat kaitannya dengan kedaulatan dan kehormatan bangsa.
Zulhas menyatakan bahwa pangan merupakan salah satu isu yang diperjuangkan oleh PAN karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Ia mengemukakan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan dapat menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat serta perekonomian nasional.
“Buat Partai Amanat Nasional, pangan itu harus swasembada, karena swasembada itu kedaulatan, kedaulatan itu kehormatan itu,” ujar Zulhas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa makna kehormatan tersebut tidak hanya terbatas pada pemerintah, tetapi juga mencakup kehormatan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Menurut pandangannya, persoalan pangan pada akhirnya juga berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian.
“Kehormatan siapa? Ya kehormatan saya, kehormatan hidup, kehormatannya Presiden, kehormatan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Zulhas kemudian menyoroti konsekuensi yang timbul ketika kebutuhan pangan dalam negeri dipenuhi melalui mekanisme impor. Ia menggambarkan situasi ketika masyarakat hanya beranggapan bahwa kebutuhan beras dapat dipenuhi dengan membeli dari luar negeri jika stok domestik tidak mencukupi.
“Sudahlah saya enggak mau pusing, pokoknya kalau beras ada kalau enggak ada kita beli aja impor. Kalau enggak ada beras ya sudah makan roti, kan kita menjadi warga yang tidak bertanggung jawab, itu dampaknya kan luas,” ungkap Zulhas.
Menurutnya, impor pangan juga berarti membuka peluang bagi produk dan pelaku pertanian dari negara lain untuk meraih keuntungan dari kebutuhan pangan Indonesia. Oleh karena itu, persoalan ini tidak bisa hanya dilihat dari sisi ketersediaan pangan semata, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap rantai ekonomi di dalam negeri.
“Kalau kita impor artinya yang diuntungkan petani luar kan? Betul. Petani kita menderita, gitu,” tegas Zulhas.
Ia menilai bahwa persoalan pangan memiliki dampak yang sangat luas, sehingga upaya untuk mencapai swasembada pangan perlu menjadi prioritas utama. Bagi Zulhas, swasembada pangan bukan hanya soal kemampuan memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga merupakan bagian integral dari upaya menjaga kedaulatan Indonesia.
“Ya, jadi pangan ini luas-luas sekali dampaknya. Oleh karena itu kita harus swasembada, karena itu kehormatan saudara-saudara kita petani Indonesia,” pungkasnya.