Sekelompok warga dan mahasiswa menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD). Kegiatan ini meliputi pembersihan sampah di jalanan hingga trotoar di sepanjang rute CFD.
Peserta aksi, yang terdiri dari mahasiswa, anggota ormas, dan masyarakat umum, melakukan longmarch dari arah Jalan Sudirman menuju Jalan Thamrin. Mereka membawa perlengkapan seperti kantong kresek, tas jinjing, sarung tangan, dan karung untuk mengumpulkan sampah yang berserakan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tampak memunguti berbagai jenis sampah, mulai dari sampah plastik hingga puntung rokok, yang ditemukan di parit, di sela-sela tumbuhan pinggir jalan, dan di trotoar.
Salah seorang peserta dari Universitas Atma Jaya, Mily, mengungkapkan ketertarikannya untuk mengikuti kegiatan ini sebagai pengalaman baru saat CFD. “Jadi aku pengen coba CFD itu kayak gimana sih sambil memungut-mutung sampah, karena menurut aku ini aktivitas yang seru sih buat dilakukan bareng teman-teman,” ujarnya.
Peserta lain, Louis, menambahkan bahwa ia tertarik mengikuti kegiatan ini karena di daerah tempat tinggalnya jarang ada CFD. Baginya, kegiatan bersih-bersih ini memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus berharga. “Di tempatku tuh jarang ada CFD-an gitu, jadi pengen nyoba sekali-kali ikut. Terus ternyata seru banget juga di sini, bisa main sama teman-teman sekalian bikin Indonesia jadi bersih,” katanya.
Bowo, perwakilan dari ormas LDII, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan World Cleanup Day Indonesia (WCDI). Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah mengimbau 38 provinsi di seluruh Indonesia untuk menyukseskan kegiatan serupa demi menjaga lingkungan.
Bowo berpesan agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, setidaknya dengan membuang sampah pada tempatnya. Ia juga mengingatkan pentingnya memilah sampah sesuai arahan Pemprov DKI Jakarta yang meminta warga memisahkan sampah sejak dari rumah. “Minimal membuang sampah pada tempatnya. Apalagi di kota-kota besar ini kita sudah menyediakan, banyak sekali pemerintah ini menyediakan tempat sampah yang di situ dipilah-pilah antara jenis-jenis sampahnya. Kita sebagai warga negara ini yang baik ya, minimal kita membuang pada tempatnya. Kita pisahkan antara botol PET, ada yang kaca, ada yang di situ memang residu, atau di situ ada B3, itu kita pisahkan masing-masing,” jelasnya.