Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memperkuat pembatas beton di area taman bawah Flyover Pesing, Jakarta Barat. Langkah ini diambil menyusul laporan dan pantauan adanya pengendara sepeda motor yang kerap menerobos area hijau tersebut untuk memutar balik.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menjelaskan bahwa saat ini barrier beton yang ada belum sepenuhnya menutup celah, sehingga masih memungkinkan bagi pemotor untuk melintas.
“Barrier beton sudah ada, tapi masih ada celah. Kami akan meminta dan instansi terkait merapatkan pembatas supaya motor tidak bisa naik ke taman, serta menertibkan yang masih nekat,” ujar Chico kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).
Chico mengimbau seluruh pengendara untuk menggunakan jalur putar balik resmi yang telah disediakan dan tidak melindas area ruang hijau.
“Kami sudah menerima laporan dan pantauan soal pemotor yang menerobos taman di kolong Flyover Pesing untuk putar balik. Itu tidak boleh. Taman bukan jalur kendaraan. Selain merusak tanaman, manuver itu berisiko tabrakan, apalagi di jam ramai dari dua arah,” tegasnya.
Kekhawatiran Warga Terhadap Kebiasaan Pemotor
Salah seorang warga sekitar, Subandi (56), mengungkapkan bahwa kebiasaan pemotor menerobos taman untuk memutar balik sudah berlangsung cukup lama. Fenomena ini mulai marak setelah lokasi putaran balik yang sebelumnya biasa digunakan warga ditutup oleh Dinas Perhubungan.
“Sudah lumayan lama. Pokoknya semenjak puteran itu ditutup sama Dishub. Kalau jam-jam ramai, terutama pagi sama sore, memang sering kelihatan motor masuk ke area taman itu untuk putar balik,” kata Subandi saat ditemui di kawasan Flyover Pesing, Sabtu (26/9/2026).
Subandi menjelaskan, pemotor yang menerobos taman umumnya berasal dari arah Grogol dan berniat kembali menuju kawasan Pluit. Jika harus mengikuti jalur utama, pengendara harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk menemukan lokasi putar balik yang resmi.
Menurutnya, sebenarnya ada lokasi putar balik lain yang tidak terlalu jauh dari area tersebut. Namun, sebagian pengendara memilih menerobos taman karena dianggap lebih cepat dan praktis.
“Sebetulnya puteran balik ada di depan sana, dekat juga padahal. Cuma ya begitu, orang mah kalau ada yang lebih dekat main terabas aja,” ungkapnya.