JAKARTA – Awalnya hanya kecurigaan orang tua yang mencari keberadaan anaknya yang tak kunjung pulang, pencarian seorang remaja perempuan berusia 14 tahun di Pasar Rebo, Jakarta Timur, berujung pada temuan yang mengejutkan. Orang tua korban akhirnya menemukan sang anak setelah menduga putrinya menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan.
Kecurigaan orang tua berawal saat mereka mencoba melacak keberadaan anaknya. Melalui ponsel korban, orang tua menemukan percakapan di akun Instagram yang menunjukkan interaksi dengan seorang pria berinisial NH, berusia 28 tahun. Dari percakapan tersebut, terungkap bahwa korban telah dijemput oleh NH.
Mengikuti jejak percakapan di media sosial, pencarian pun dilanjutkan. Korban akhirnya ditemukan di sebuah rumah yang dihuni oleh NH bersama keponakannya. Kepada orang tuanya, korban mengaku telah menjadi korban pemerkosaan dan diduga disekap di rumah tersebut selama lima hari.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi, menjelaskan bahwa peristiwa ini terungkap setelah orang tua korban melaporkan kehilangan anaknya pada Rabu (16/9). “Pelapor mengecek Instagram milik korban ternyata diketahui bahwa ada chat dimana korban telah dijemput oleh terlapor,” kata Made saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Setelah mendapatkan petunjuk dari percakapan tersebut, orang tua korban segera mencari keberadaan anaknya. Korban akhirnya ditemukan dan menyampaikan kepada orang tuanya bahwa dirinya telah diperkosa. “Korban mengaku telah disetubuhi oleh terlapor di TKP,” jelas Made.
Menindaklanjuti laporan tersebut, orang tua korban segera melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Timur. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan tindak pidana yang dialami oleh korban.
Penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur telah mengidentifikasi NH sebagai terlapor dan segera melakukan penangkapan terhadap pria berusia 28 tahun tersebut. Kasus ini masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian terkait dugaan pemerkosaan dan penyekapan terhadap korban yang masih berusia 14 tahun.
Korban Disekap 5 Hari
Polisi masih mendalami dugaan penyekapan terhadap korban, mengingat lamanya waktu korban berada di rumah pelaku, yaitu selama lima hari. Pihak kepolisian juga telah memberikan pendampingan psikologis kepada korban untuk membantu proses pemulihan.
“Jadi hampir lima hari ini pelaku bersama korban di rumah tersebut. Kenapa bisa selama ini, masih didalami kata penyidik. Apakah memang berusaha menghindar dari keluarganya, kita belum tahu,” ujar Made. Ia menambahkan, “Teleponnya (korban) mati, dan pada saat hidup HP-nya, tante korban menghubungi ortunya kalau korban ada di sana.”
Saat ditemukan, korban dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik. “Kondisi saat ditemukan sehat, nggak ada luka atau tanda-tanda kekerasan fisik,” kata Made. Kasus ini terus diusut oleh pihak kepolisian.