Unesa Perkuat Etika Dosen-Mahasiswa untuk Berantas Kekerasan Kampus

Unesa giat memperkuat ekosistem kampus aman dengan memetakan batas etis interaksi dosen dan mahasiswa, serta menyediakan kanal aduan.

Unesa Perkuat Etika Dosen-Mahasiswa untuk Berantas Kekerasan Kampus
Kampus Universitas Negeri Surabaya. Foto: Dok. Istimewa

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) serius berupaya menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari segala bentuk kekerasan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap berbagai kasus yang terjadi di perguruan tinggi di Indonesia.

Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa, Imam Pasu Purba, menyatakan bahwa evaluasi terhadap dinamika dan kasus kekerasan di perguruan tinggi nasional menjadi pijakan utama untuk memperketat pengawasan internal. “Setiap persoalan yang terjadi di dunia pendidikan tinggi harus menjadi pembelajaran bersama,” ujarnya, mengutip laman Unesa, Rabu (30/9/2026).

Petakan Batas Etis Interaksi Dosen dan Mahasiswa

Imam menjelaskan bahwa Unesa memfokuskan pencegahan pada enam jenis kekerasan yang juga diatur dalam Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024. Keenam jenis tersebut meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung unsur kekerasan.

Untuk mengatasi kekhawatiran yang timbul dari interaksi antara dosen dan mahasiswa, Satgas PPK bersama Direktorat Pencegahan dan Penanganan Isu Strategis (PPIS) meluncurkan gerakan “Satgas PPK Menyapa”. Melalui gerakan ini, tim mendatangi setiap fakultas secara berkala untuk memberikan pembekalan dan dialog pencegahan kekerasan kepada dosen serta tenaga kependidikan.

Diskusi ini juga dirancang untuk mengurangi kecemasan mahasiswa terkait potensi perundungan, hambatan relasi kuasa, dan tekanan psikis dalam perkuliahan. Gerakan ini sekaligus menjadi upaya Unesa dalam memetakan batasan etis dalam interaksi dosen dan mahasiswa. “Unesa bergerak memastikan seluruh dosen dan tenaga kependidikan memahami batas-batas etis berinteraksi agar lingkungan belajar tetap aman dan tidak memicu tekanan bagi siapapun,” tegas Imam.

Ruang Aman Bercerita Penting Dihadirkan

Dalam kegiatan “Satgas PPK Menyapa” yang digelar di Fakultas Kedokteran (FK) Unesa, R Handi Bramanto, dosen program studi Kedokteran Gigi Unesa, menyampaikan bahwa ruang aman untuk bercerita sangat dibutuhkan. Ruangan ini diharapkan dapat menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa untuk merespons kecemasan dan masalah kesehatan mental tanpa rasa takut dihakimi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PPIS Unesa, Mutimmatul Faidah, menekankan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika. “Pencegahan dan penanganan kekerasan adalah tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika Unesa. Kepekaan dosen dan tenaga kependidikan terhadap kondisi mahasiswa menjadi kunci utama dalam membangun budaya saling menghargai,” jelas Mutimmatul.

Selain upaya edukasi yang masif, Unesa juga menyediakan kanal pengaduan kasus kekerasan yang dapat diakses melalui WhatsApp, Instagram, dan surel resmi. Satgas PPK Unesa menjamin kerahasiaan identitas pelapor yang menyaksikan atau mengalami indikasi kekerasan di lingkungan kampus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *