Uji Kelayakan 25 Calon Dubes RI Berlanjut, Komisi I DPR Segera Ambil Keputusan

JAKARTA – Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 25 calon duta besar (dubes) RI untuk negara sahabat akan dilanjutkan pada hari esok, Rabu (23/9/2026). Sebanyak 12 calon telah mengikuti rangkaian tes pada Selasa (22/9/2026).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyatakan bahwa proses uji kelayakan ini akan selesai besok. Setelah seluruh rangkaian tes rampung, Komisi I DPR akan mengambil keputusan untuk melaporkannya kepada pimpinan DPR. Pimpinan DPR kemudian akan mengirimkan surat kepada Presiden.

“Hari ini ada 12. Enam sama enam,” ujar Sukamta di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Ia menambahkan, “Besok tiga sesi, ya, setelah itu kita akan ambil keputusan. Tapi ya, keputusan Komisi I adalah melaporkan ke pimpinan DPR. Pimpinan DPR nanti yang akan bersurat ke Presiden.”

Sukamta menilai bahwa para calon duta besar yang mengikuti uji kelayakan memiliki visi dan misi yang baik, baik yang berasal dari kalangan karier maupun nonkarier. “Bagus, bagus. Semua bagus-bagus. Yang karier, yang nonkarier semua bagus,” ungkapnya.

Ia berharap para calon dubes yang terpilih nantinya dapat menjalankan tugas dengan baik dan mampu merepresentasikan Indonesia secara optimal di negara penempatan masing-masing. “Ya, mudah-mudahan persiapannya bagus. Nanti mereka bisa, mudah-mudahan bisa diterima dan bisa merepresentasikannya Indonesia dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisi I DPR RI memang telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 25 calon duta besar Indonesia. Uji kelayakan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu 22-23 September 2026.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono, menjelaskan bahwa para calon duta besar ini telah melalui proses seleksi ketat di Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Proses seleksi di Kemlu ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penilaian di DPR.

“Pasti lolos. Iya, kan rekomendasi sifatnya. Kecuali memang ada yang cacat, ada yang laporan dari masyarakat, yang kita pikir itu bahaya untuk ditaruh di tempat sana, mungkin ada. Biasanya sih nggak ada yang begitu, karena kan screening-nya Deplu kan ketat sekali ya,” kata Anton.

Ia melanjutkan, “Di Deplu udah screening banget. Meskipun dia dari karier atau nonkarier, dia check and recheck gimana latar belakangnya segala macam. Kalau memang layak, dia baru dikirim ke sini.”

Tinggalkan komentar