PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merespons keluhan penumpang mengenai kondisi layanan pada malam hari di Koridor 8. Keluhan yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut menyoroti adanya bau tak sedap yang tercium saat menaiki bus Transjakarta setelah pukul 00.00 WIB.
Dalam unggahan di media sosial Threads, seorang warga mempertanyakan fenomena tersebut. “Kalau naik TJ (TransJakarta) koridor 8 di atas jam 12 malam kenapa ya orang-orangnya pada bau sampah,” tulisnya, seraya menyebut kerap menemukan penumpang yang duduk di pojokan halte dengan bau mengganggu.
Menanggapi masukan tersebut, Transjakarta melalui Kepala Departemen Humas dan CSR, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Pihaknya mengakui bahwa keluhan ini membutuhkan penanganan khusus dan menjadi perhatian serius.
“Kami sangat mengapresiasi setiap masukan dan laporan dari pelanggan. Kenyamanan, keamanan, serta kebersihan layanan di dalam bus dan halte adalah komitmen utama kami. Hal ini menjadi fenomena baru yang langsung kami tanggapi secara serius,” ujar Ayu dalam keterangan tertulisnya.
Transjakarta berencana memperketat pengawasan petugas di lapangan dan meningkatkan kebersihan armada serta halte melalui pemeriksaan berkala. “Saat ini kami sedang menyiapkan SOP penanganan yang lebih adaptif, seraya menginstruksikan pengetatan pengawasan oleh petugas di lapangan,” ungkapnya.
Selain itu, Transjakarta juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta untuk memastikan penanganan terhadap kondisi yang ditemukan di lapangan dapat dilakukan secara humanis. Perusahaan mengimbau masyarakat untuk terus menyampaikan laporan dan masukan melalui platform media sosial resmi Transjakarta atau menghubungi layanan call center di nomor 1500-102.
“TransJakarta terus terbuka menerima masukan melalui platform media sosial resmi atau dapat menghubungi call center 1500 102 sebagai acuan perbaikan berkelanjutan demi menghadirkan layanan publik yang optimal bagi seluruh masyarakat Jakarta,” tutup Ayu.