Kondisi Jalan Kuningan Mulya di kawasan bisnis Setiabudi, Jakarta Selatan, yang rusak parah menjadi sorotan. Warga setempat melaporkan bahwa penerangan jalan di area tersebut juga sangat minim saat malam hari.
Seorang warga bernama Ipeh mengungkapkan kekhawatirannya saat melintasi jalanan tersebut di malam hari. Kurangnya pencahayaan, ditambah dengan banyaknya lubang di permukaan jalan, menurutnya semakin meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara, terutama sepeda motor.
“Kalau motor ngelihat lubang kadang kan ini gelap kan, enggak ada lampunya. Sampai ujung sono enggak ada lampu,” kata Ipeh kepada wartawan di lokasi, Jumat (25/9/2026). Ia menambahkan bahwa satu-satunya penerangan berasal dari pantulan lampu warung-warung di tepi jalan. “Cuma pantauan dari warung-warung. Kalau warung-warung ini tutup ya enggak ada (penerangan), kan gelap. Kan dulu sering banyak orang jatuh di semenin kayak gitu tuh. Jadi ya emang emang sering banyak lubang, mau gimana,” imbuhnya.
Jalan Kuningan Mulya yang rusak ini merupakan jalur penghubung antara Jalan Rasuna Said dan Jalan Sudirman. Kerusakan jalan terlihat dari banyaknya lubang, aspal yang mengelupas, dan permukaan yang tidak rata. Saat kondisi kering, debu beterbangan, sementara setelah hujan jalanan berubah menjadi kubangan.
Ipeh menjelaskan bahwa perbaikan jalan sering dilakukan, namun kondisi tersebut tidak bertahan lama. Kerusakan kembali muncul akibat lalu lintas kendaraan bermuatan berat yang berasal dari proyek pembangunan di sekitar lokasi.
“Iya, ini udah di apa ya udah dibenerin halus, udah baru, hampir belum ada 2 tahun, ya begini lagi. Karena apa ya, mobil proyek kan banyak. Molen segala macam lah,” ujar Ipeh.
Warga lain, Wanti, turut menjelaskan bahwa kerusakan jalan semakin parah seiring dengan tingginya aktivitas alat berat dan kendaraan angkutan umum berkapasitas besar.
“Ya karena sekarang ada proyek itu lho, kan alat-alat berat lewat sini. Otomatis muatan ya sering di tempat, mobil-mobil busway, muatan-muatan besar kan pengaruh,” jelas Wanti di lokasi yang sama.
Wanti berharap agar jalanan segera diperbaiki. Namun, ia menyadari bahwa perbaikan mungkin tidak memungkinkan selama proyek masih berjalan.
“Ya pengin dibenerin. Tapi kalau untuk saat ini benerin kan nggak mungkin, kan? Soalnya kan masih banyak alat berat yang lewat sini. Entar cuma nanti malah runyam rugi biaya. Kalau untuk saat ini kalau diperbaiki, terus alat-alat berat lewat ya sebulan dua bulan juga rusak lagi,” pungkas Wanti.
Kondisi Jalan Kuningan Mulya yang rusak ini sempat viral di media sosial. Jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer tersebut memiliki aspal yang mengelupas, membuatnya berlubang dan retak di banyak titik. Hal ini menimbulkan kerikil dan debu yang mengganggu lalu lintas.
Kawasan ini merupakan area perkantoran yang ramai dilalui kendaraan roda dua hingga empat, bahkan dilintasi oleh bus TransJakarta. Kerusakan diduga diperparah oleh kendaraan bermuatan berat untuk proyek pembangunan. Selain itu, banyaknya kendaraan yang parkir di sekitar area jalan juga membatasi akses dan menambah kesan tidak teratur.