Indonesia sukses merengkuh gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand dalam drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-2. Kemenangan ini menjadi penanda sejarah baru bagi sepak bola Indonesia, mengingat gelar juara di kancah Asia Tenggara terakhir kali diraih pada tahun 1991.
Di antara para pemain yang membawa pulang trofi, sejumlah nama ternyata masih aktif sebagai mahasiswa di berbagai perguruan tinggi. Keberhasilan mereka di lapangan hijau dibarengi dengan dedikasi pada pendidikan tinggi, menunjukkan bahwa prestasi akademik dan karier olahraga profesional dapat berjalan beriringan.
Rizky Ridho: Universitas Muhammadiyah Surabaya
Bek tangguh Timnas Indonesia, Rizky Ridho, merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Perkuliahan Ridho dijalani melalui skema dukungan akademik khusus bagi atlet profesional, yang memungkinkannya mengikuti pembelajaran secara daring melalui Zoom.
Khoirul Anam, Kepala Kemahasiswaan Umsura, menjelaskan bahwa universitas berkomitmen mendampingi mahasiswa atlet. “Prinsipnya, kami dari kemahasiswaan terus mendampingi mahasiswa atlet agar keduanya bisa berjalan. Kami membantu dari sisi koordinasi dan komunikasi dengan program studi maupun dosen,” ujarnya, mengutip laman resmi kampus.
Saat ini, Ridho tengah dalam tahap bimbingan tugas akhir bersama dosen wali. Pemain Persija Jakarta ini menjalani bimbingan bersama atlet lainnya, termasuk Samuel Eko dari timnas futsal dan Muhammad Hidayat. Rektor Umsura, Prof Mundakir, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Ridho, yang tidak hanya mengharumkan nama Indonesia tetapi juga almamaternya. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berprestasi di bidang olahraga sekaligus tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa,” kata Prof Mundakir.
Dony Tri Pamungkas: Universitas Tunas Pembangunan Surakarta
Pemain muda lainnya yang turut membawa pulang trofi adalah Dony Tri Pamungkas. Di usianya yang baru menginjak 21 tahun, Donny tercatat sebagai mahasiswa program studi Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga (PKO) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP).
Donny sebelumnya juga pernah menjadi bagian dari Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 yang berkompetisi di SEA Games 2025. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UTP Surakarta, Prof Dr Nuruddin Priya Budi S,MOr, menyampaikan rasa bangganya. “Prestasi Donny dan Arly menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UTP. Kami selalu mendukung mahasiswa untuk berprestasi di bidang apa pun, termasuk olahraga,” tuturnya.
Mitchell Baker: Georgetown University
Mitchell Baker, yang memiliki darah keturunan dari kakek-neneknya yang berasal dari Yogyakarta dan Semarang, menempuh pendidikan di Georgetown University, Amerika Serikat. Ia merupakan pemain sepak bola di tim kampus tersebut, Georgetown Hoyas.
Berdasarkan data dari laman tim kampusnya, Baker mencatatkan 14 gol dan tiga assist dalam 21 pertandingan pada musim 2025. Saat ini, ia memperkuat Vermont Green FC di USL League Two, sebuah liga sepak bola semi-profesional di Amerika Serikat. Georgetown University sendiri dikenal sebagai institusi yang menghasilkan atlet-atlet berprestasi.
Meskipun baru berusia 19 tahun, Baker telah menjadi penyerang andalan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Lima gol yang dicetaknya ke gawang Bangladesh berhasil mengantarkan Timnas Indonesia melaju ke partai final. Dalam turnamen tersebut, Mitchell Baker keluar sebagai pencetak gol terbanyak atau top skor.
Komentar