Polda Banten telah mengidentifikasi sejumlah barang temuan yang ditemukan oleh tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap 8 orang yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan hasil identifikasi, polisi memastikan terpal yang ditemukan tim SAR gabungan pada pencarian keenam bukan berasal dari rombongan yang hilang.
Kabidhumas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa terpal yang ditemukan memiliki ukuran sekitar panjang 12 meter dan lebar 3,5 meter serta mengeluarkan bau amis ikan. Sementara itu, KM Arupadhatu I yang hilang memiliki ukuran panjang 7,52 meter, lebar 2,01 meter, dan kedalaman 0,90 meter. Bagian atap penumpang kapal berukuran sekitar dua meter dan menggunakan bahan plastik Orchid berwarna biru, bukan terpal plastik polyester atau PVC.
Maruli menambahkan bahwa KM Arupadhatu I dan KM Arupadhatu II memang memiliki terpal plastik yang digunakan sebagai penutup dua mesin tempel. Terpal tersebut berukuran sekitar 2×2 meter, berwarna biru-oranye bolak-balik, dan bertuliskan “4M A12 royal crown tech by Korea + UV.” Namun, terpal tersebut tidak dibawa KM Arupadhatu I saat berlayar pada Senin (07/09), melainkan disimpan di KM Arupadhatu II.
Selain terpal, polisi juga mengidentifikasi satu buah galon. Maruli belum dapat memastikan apakah galon tersebut memiliki kaitan dengan kapal yang ditumpangi oleh lima jurnalis, dua ABK, dan satu guide. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, air minum yang biasa tersedia di kapal apabila menginap di laut menggunakan air mineral kapasitas 15 liter merek Le Minerale. Terkait apakah pada pelayaran 7 September 2026, kapal membawa botol galon sebagai tempat penyimpanan air minum, belum dapat dipastikan.
Sebelumnya, pada hari ke-6 pencarian, Tim SAR gabungan menemukan terpal, life jacket, dan satu galon. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, melaporkan penemuan dua terpal, tiga jaket warna oranye, dan satu galon di Pos SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Minggu (13/9/2026). KRI Teluk Gilimanuk pada pukul 08.55 WIB menemukan life jacket dan satu botol di perairan Pulau Sangiang. Terpal ditemukan oleh RIB 02 Lampung di sekitar Pulau Sebesi. KAL Anyer juga menemukan life jacket di perairan Legok Belimbing, Lampung, sedangkan KM Bima menemukan life jacket pada pukul 09.58 WIB di sekitar Pulau Rakata.