Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) tengah berupaya mempercepat pengembangan budidaya ikan darat tematik sebagai strategi penguatan ketersediaan protein ikan di tingkat nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 40.000 lokasi hingga tahun 2029.
Target ambisius ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Budidaya Ikan Darat Tematik yang diselenggarakan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, pada Selasa (15/9).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk keberhasilan program ini. Ia menegaskan bahwa pengembangan budidaya ikan tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik kolam semata. Fokus utama adalah membentuk ekosistem produksi yang benar-benar berkelanjutan.
“Akan dibangun juga budidaya tematik 40.000 lokasi,” ujar Zulhas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2026).
Zulkifli memaparkan bahwa kesuksesan program ini sangat bergantung pada dukungan berbagai aspek krusial. Mulai dari ketersediaan lahan yang memadai, pembangunan infrastruktur pendukung, penyediaan benih unggul, pakan berkualitas, adopsi teknologi tepat guna, akses pembiayaan, hingga jaminan pasar yang pasti bagi hasil panen para pembudidaya.
“Jangan hanya membangun kolam. Harus dipastikan dari hulu sampai hilir, termasuk benih, pakan, pembiayaan, teknologi, dan pasarnya,” tegas Zulhas.
Pada tahap awal tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan di 2.073 lokasi yang tersebar di berbagai provinsi. Wilayah yang menjadi bidikan meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Sebelumnya, KKP juga telah menyelesaikan pembangunan 100 unit kolam budidaya bioflok tematik di empat provinsi Pulau Jawa.
Pengembangan budidaya ikan tematik ini diharapkan dapat secara signifikan memperluas basis produksi perikanan nasional. Hal ini juga dipastikan akan semakin membuka lebar akses masyarakat terhadap sumber protein bergizi. Inovasi ini diyakini mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang selaras dengan potensi kekayaan alam dan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing daerah.
Dengan target pembangunan puluhan ribu lokasi tersebut, budidaya ikan tematik secara resmi diposisikan sebagai salah satu strategi utama pemerintah. Pemerintah optimis langkah ini akan menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong kemandirian protein bagi seluruh masyarakat Indonesia.