Sindikat Narkoba Tangsel: Dari Pemodal Hingga Peracik Tembakau Sintetis

TANGERANG SELATAN – Jajaran Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap praktik produksi tembakau sintetis di kawasan Tangerang Selatan, Banten. Empat orang yang diduga sebagai sindikat jaringan tersebut telah diamankan, dengan peran yang terbagi mulai dari penyandang dana, penyedia lokasi, hingga peracik narkoba jenis baru ini.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi menjelaskan bahwa keempat tersangka yang berhasil diringkus berinisial NK, AL, MR, dan IN. Usia mereka rata-rata masih muda, berkisar 25 hingga 26 tahun. Peran mereka dalam sindikat ini pun teridentifikasi jelas. NK dan MR berperan sebagai produsen yang meracik tembakau sintetis, sementara AL bertindak sebagai penyedia tempat dan pendana. NK juga turut berperan sebagai pendana utama dalam operasi produksi ini.

“Bayangin teman satu SMA mufakat membuat seperti ini. Apalagi kamu S2 (tersangka AL),” ujar Nasriadi mengomentari hubungan pertemanan para pelaku yang sudah terjalin sejak bangku SMA.

Modus operandi sindikat ini adalah membeli cairan kimia bernama Pinaca secara daring melalui platform Instagram. Penjual cairan tersebut juga memberikan instruksi mengenai cara meracik tembakau sintetis menggunakan zat kimia tersebut. Cairan Pinaca inilah yang mengandung narkoba dan menjadi bahan utama pembuatan tembakau ilegal tersebut.

“Mereka beli di situ bahan-bahannya, kemudian diarahkan untuk membuat tembakau sintetis. Zat kimianya yaitu, yaitu cairan Pinaca. Cairan Pinaca itu yang menghasilkan narkoba. Jadi cara mereka membuat itu, pertama ada cairan bibitnya, kemudian bibit tersebut disemprot,” jelas Nasriadi.

Para pelaku menjual dua jenis produk: cairan Pinaca murni dan tembakau yang sudah dicampur dengan cairan tersebut. Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk 15 botol cairan Pinaca, 13 botol berisi 9 ml, dan 24 botol dengan berbagai ukuran mililiter.

Nasriadi menambahkan bahwa keempat tersangka telah bekerja sama sejak Mei 2026. Penangkapan dilakukan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pemilik akun media sosial yang diduga sebagai pemasok cairan Pinaca dan pemberi instruksi pembuatan kepada para tersangka.

Tinggalkan komentar