Seskab Teddy Tindak Lanjuti Keluhan Mata Siswa Sekolah Rakyat

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memfasilitasi pemeriksaan kesehatan mata Rizki Saputra Gonzales, seorang siswa berusia 14 tahun, setelah menerima keluhan langsung darinya. Fasilitasi ini dilakukan menyusul pertemuan antara Seskab Teddy dan Gonzales di Sekolah Rakyat PPI Curug, Tangerang.

Dalam pertemuan tersebut, Gonzales menyampaikan keluhan mengenai kondisi matanya kepada Seskab Teddy. Perhatian terhadap penyampaian tersebut kemudian berlanjut pada tindak lanjut berupa pemeriksaan kesehatan, termasuk fokus pada kondisi matanya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa tindak lanjut pemeriksaan ini menunjukkan perhatian Seskab Teddy kepada siswa Sekolah Rakyat yang tidak terbatas pada pertemuan dan percakapan semata. “Pak Seskab mendengar apa yang disampaikan Gonzales, termasuk keluhan mengenai matanya. Alhamdulillah sekarang sudah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Ini bentuk kepedulian yang nyata,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/09/2026).

Gus Ipul menegaskan bahwa Gonzales adalah salah satu contoh siswa yang mendapat perhatian dari Seskab Teddy. Ia menambahkan bahwa dalam berbagai kesempatan, Seskab Teddy juga memberikan bantuan langsung kepada siswa Sekolah Rakyat lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. “Gonzales ini salah satu contoh. Pak Seskab selama ini juga memberikan perhatian langsung kepada anak-anak Sekolah Rakyat lainnya. Ketika ada kebutuhan yang bisa dibantu, beliau ikut mencarikan jalan keluarnya, jadi bukan hanya datang dan bertemu, tetapi ada tindak lanjut,” ungkap Gus Ipul.

Saat ini, Gonzales sedang menjalani pembelajaran kesetaraan sekaligus proses rehabilitasi di Sentra Handayani Kementerian Sosial. Proses ini merupakan bagian penting sebagai persiapan sebelum Gonzales melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menjelaskan bahwa setiap anak akan menjalani asesmen terlebih dahulu sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan spesifik masing-masing anak, termasuk kebutuhan rehabilitasi dan pendampingan psikologis. “Anak-anak ini datang dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda. Ada yang bisa langsung mengikuti pendidikan, ada yang perlu direhabilitasi dan didampingi lebih dulu, termasuk dari sisi psikologis. Setelah siap, baru kita arahkan masuk Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya sekadar menyediakan ruang kelas, tetapi juga memastikan setiap anak siap secara fisik, psikologis, sosial, dan akademik untuk menempuh pendidikan. “Kita tidak ingin sekadar memasukkan anak ke sekolah. Kalau perlu dipulihkan dulu, kita pulihkan. Kalau ada masalah kesehatan, kita tangani. Kalau perlu pendampingan psikologis, kita dampingi. Setelah siap, mereka bisa belajar dan mengejar cita-citanya dengan lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Seskab Teddy atas perhatian yang diberikan kepada Gonzales dan anak-anak Sekolah Rakyat lainnya. “Terima kasih Pak Seskab Teddy. Dari pertemuan sederhana di Curug, apa yang menjadi harapan Gonzales benar-benar ditindaklanjuti. Dan perhatian seperti ini juga dirasakan anak-anak Sekolah Rakyat lainnya. Kepedulian menjadi berarti ketika tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan,” pungkas Gus Ipul.

Kementerian Sosial berharap Gonzales dapat menjalani seluruh proses pemeriksaan, rehabilitasi, dan pembelajaran dengan baik. Diharapkan ia siap mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat dan terus melangkah meraih cita-citanya.

Tinggalkan komentar