Sampah Menumpuk di Pasar Labuan Pandeglang, Pemkab Ungkap Penyebabnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, angkat bicara mengenai keluhan pedagang di Pasar Labuan terkait tumpukan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang, Rahmat Zultika, menyatakan bahwa meskipun sampah di pasar tersebut diangkut setiap hari, volumenya seringkali melebihi kapasitas angkutan yang tersedia.

Rahmat menduga bahwa selain berasal dari aktivitas pasar, tumpukan sampah tersebut juga dipicu oleh kontribusi dari warga yang tinggal di sekitar pasar. Ia menjelaskan bahwa dari sembilan RT di Kampung Cigondang, hanya sekitar 30 kepala keluarga yang terdaftar sebagai wajib retribusi (WR) sampah. “Bisa jadi sampah yang masuk ke Pasar Labuan selain berasal dari Pasar Labuan, juga berasal dari non WR,” ungkap Rahmat.

Menyikapi persoalan ini, Pemkab Pandeglang berencana untuk melakukan pemetaan terhadap warga yang belum terdaftar sebagai wajib retribusi sampah. Langkah ini akan dilakukan bersama Camat dan lurah setempat, disertai dengan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjadi wajib retribusi. “Kami juga berupaya memelihara dan menambah sarana prasarana angkut sampah sesuai kemampuan fiskal yang ada,” ujar Rahmat.

Keluhan mengenai tumpukan sampah di Pasar Labuan sebelumnya telah disampaikan oleh para pedagang. Salah seorang pedagang bernama Mahmud menuturkan bahwa tumpukan sampah tersebut sudah berlangsung selama tiga bulan. Ia mengaku terganggu oleh bau menyengat yang ditimbulkan, bahkan terkadang terlihat belatung. “Pernapasan juga terganggu. Yang dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit,” keluhnya, seraya berharap agar masalah ini segera mendapatkan solusi.

Tinggalkan komentar