Pedagang di Pasar Labuan, Pandeglang, Banten, menghadapi persoalan serius akibat tumpukan sampah yang telah menggunung selama tiga bulan terakhir. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan para pedagang.
Mahmud, salah seorang pedagang, menyatakan bahwa bau menyengat dari sampah yang membusuk telah membuat para pembeli enggan mendatangi pasar. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran akan potensi munculnya penyakit akibat sanitasi yang buruk.
“Tiga bulan numpuknya sampah di sini,” ujar Mahmud pada Senin (21/9/2026). Ia menambahkan, “Baunya sangat menyengat sekali, kadang ada belatungnya, pernapasan juga terganggu. Yang dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit.”
Keluhan serupa disampaikan oleh Tini, pedagang lainnya. Ia mengaku dagangannya menjadi sepi pembeli karena aroma tidak sedap yang menguar dari tumpukan sampah. Pembeli merasa terganggu dan memilih untuk tidak berbelanja di pasar tersebut.
“Pembeli juga enggan ke sini, karena baunya itu sangat menyengat sekali. Alhasil dagangan saya nggak laku,” keluh Tini.
Para pedagang mengungkapkan bahwa mereka secara rutin telah membayar iuran kebersihan. Namun, pembayaran iuran tersebut belum mampu menyelesaikan masalah sampah yang terus menumpuk.
“Setiap hari bayar, cuma saya mah semenjak sampah ini numpuk nggak bayar. Jadi kan buat apa bayar kalau sampahnya masih numpuk begini,” ungkap Tini.
Oleh karena itu, Tini dan para pedagang lainnya berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan untuk membersihkan sampah tersebut. Mereka mendambakan kondisi pasar yang bersih demi kenyamanan bersama antara pedagang dan pembeli.
“Kami berharap sampah bisa segera diangkut dan kebersihan pasar lebih diperhatikan. Kami berjualan setiap hari, jadi tentu ingin lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman,” tutup Tini.